Pilih Charger yang Benar Agar Smartphone Tak Cepat Panas

Advent Jose, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2015 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 05 92 1191172 kenali-charger-smartphone-agar-bisa-digunakan-dengan-benar-6OBlfoubpF.jpg Ilustrasi (foto : howtogeek)

JAKARTA - Charger smartphone saat ini memiliki tingkat ampere (A) atau aliran arus yang berbeda-beda. Jika jeli memperhatikan, cobalah liat pengisi daya Anda, ada yang memiliki output 0,5A, 1A, hingga 2 Ampere. Apa maksudnya?

Founder Gadtorade Community, Lucky Sebastian, mengatakan, 1A dan 2A menandakan besaran arus listrik.

“Jika kita andaikan arus listrik seperti arus air, maka angka 2A berarti memiliki arus lebih kencang. Teorinya, jika air mengalir lebih cepat maka lebih cepat memenuhi wadah dibanding air yang arusnya lebih pelan,” ucap Lucky kepada Okezone.

Ia menambahkan, alasan lebih kencang karena charger berkapasitas 1A sama dengan 1.000 mAh. Artinya, charger tersebut dapat mengeluarkan tenaga hingga 1.000 miliampere (mAh) dalam satu jam ke perangkat Anda. Demikian halnya dengan arus sebesar 2A, teori yang sama berlaku.

Besaran arus ditentukan pabrikan smartphone, bergantung part, terutama part baterai yang hendak digunakan.

Lucky juga mengatakan, lazimnya untuk baterai dengan kapasitas besar seperti pada smartphone modern atau tablet membutuhkan charger dengan arus besar, supaya lama pengisian baterai tidak terlalu lama. Besaran arus juga berarti berhubungan dengan kecepatan pengisian pada charger.

Arus juga harus dibedakan dengan tegangan, karena tegangan ini satuannya adalah voltage (V). Kebanyakan charger smartphone yang menggunakan USB port, voltage yang digunakan adalah 5V. Kecuali, smartphone yang sudah support fast charging, arusnya bisa berpindah ke 1.67A dan 9V.

Pertanyaannya sekarang, apakah jika Anda ingin mengisi smartphone dengan lebih cepat bisa menggunakan charger ber-ouput 2A. Atau sebaliknya, jika perangkat Anda berkebutuhan arus 2A, diisi dengan charger berarus 1A, akankah menjadi lebih lambat penuh?

Lucky menerangkan, jika tablet dengan kebutuhan arus 2A diisi menggunakan charger dengan arus 1A, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk penuh, bahkan mungkin saja tidak akan terisi dengan baik jika diberikan charger 0.5A.

“Demikian juga jika smartphone kita membutuhkan arus 1A dan di-charge dengan arus 2A, biasanya akan lebih cepat penuh. Tetapi di dalam smartphone memang secara hardware dan software juga diberi pengatur arus, sehingga tidak berarti jika charger dengan 1A bisa mengisi smartphone selama 2 jam, dan ketika diberi arus 2A akan menjadi dua kali lebih cepat pengisiannya menjadi 1 jam,” jelas Lucky.

Sebab, menurutnya, selain arus, masih ada faktor tegangan (V) dan hambatan (R) sesuai hukum Ohm pada listrik. Menggunakan arus yang lebih besar, selain lebih cepat penuh mengisi baterai, efek sampingnya adalah panas.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini