Share

Kenang Tora Sudiro Menggunakan Telefon Koin di Luar Negeri

Advent Jose, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2015 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 26 207 1202730 kenang-tora-sudiro-menggunakan-telefon-koin-di-luar-negeri-gmLp6ByZGW.jpg Tora Sudiro (foto : Twitter)

JAKARTA – Bukan hanya Rianty, aktor sekaligus pelawak, Tora Sudiro juga memiliki kisah sendiri mengenai telefon umum. Ketika waktu bersekolah di Inggris, tepatnya di Cambrige, Tora selalu menggunakan fasilitas telefon umum untuk menelefon sanak saudara di Jakarta.

“Dulu aku sering pakai telefon umum waktu di Inggris untuk telfon keluarga di Jakarta. Waktu itu, aku baru tau ternyata ada satu fasilitas dimana kalau kita menefon, yang dikenakan biaya adalah orang yang kita telefon. Itu saya senang banget karena menelefon jadi seolah olah gratis,” kenang Tora.

Hanya saja, apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini berbeda sekali dengan di negara-negara maju seperti Inggir, Jepang, China yang hingga kini masih memanfaatkan alat itu untuk komunikasi sehari-hari masyarakatnya, dan tidak melulu harus menggunakan smartphone.

Contohnya, di Inggris, Australia, atau China yang menjadikan telepon umum sebagai sarana untuk berkirim email, sms atau aplikasi lainnya. Mungkin ingin seperti China yang menyediakan menjadikan telefon umum sebagai tempat pemancar WiFi.

Berdasarkan data yang dihimpun Okezone dari berbagai sumber, Senin (24/8/2015), Indonesia pertama kali mulai menggunakan telefon umum jenis koin untuk berkomunikasi jarak jauh. Itu diperkenalkan pada 1981. Sedangkan, sekira 7 tahun setelahnya, teknologi telefon umum berbasis kartu baru mulai diperkenalkan sekira pada 1988.

Ketika itu, telefon umum dapat dipergunakan untuk melakukan panggilan SLJJ (Sambungan Luar Jarak Jauh) maupun SLI (Sambungan Luar Negeri).

Disamping telefon umum berbasis kartu dan koin, masyarakat Indonesia juga mengenal telefon umum bernama Wartel (Warung Telefon) menggunakan teknologi kabel fix dan pesawat telefon yang masih bisa ditemui hingga kini. Para pemiliki Wartel, ketika itu telah tergabung ke dalam sebuah asosiasi yang dinamakan dengan Asosiasi Pengusaha Wartel Indonesia (APWI) yang berdiri sejak tanggal 8 Januari 1992.

Bersama dengan telefon umum, Wartel menjadi sarana yang cukup diandalkan orang saat itu untuk keperluan berkomunikasi. Hingga akhirnya pada 1995, PT Telkomsel yang bergerak di bidang seluler mencanangkan sebuah teknologi baru Plan Net untuk menunjang telefon seluler GSM (Global System for Mobile) Communication di kawasan Jabodetabek.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini