Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kilas Balik Awal Kelahiran Radio

Advent Jose, Jurnalis · Jum'at 11 September 2015 17:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 09 11 207 1212580 kilas-balik-awal-kelahiran-radio-4hEEZeefJY.jpg Ilustrasi (foto : Nobleslawfirm)

JAKARTA - Sebagai sebuah bangsa yang besar, Indonesia tentu tidak boleh melupakan sejarah, karena kisah masa lalu tersebut merupakan rekam jejak perjuangan, yang mengantarkan negara ini meraih kemerdekaan. Sebab itu juga, Indonesia tidak bisa melupakan radio.

Kenapa radio, karena memang teknologi pemancar gelombang elektromagnetik itu, pernah berjasa di masa sebelum dan ketika kemerdekaan, untuk membawa Indonesia mencapai gerbang “proklamasi”.

Tepatnya pada 11 September 1945 silam, Radio Republik Indonesia didirikan. Saat itu pula naskah proklamasi yang dibacakan oleh Soekaro-Hatta, disiarkan kembali melalui RRI oleh Yusuf Ronodipuro.

Dirinya menghantarkan semangat proklamasi melalui corong mikrofon radio RRI, seperti dikutip dari voi.rri, Jumat (11/9/2015), yang tersiar ke seantero pelosok Tanah Air bahkan hingga ke luar negeri.

Meskipun umur tersebut tergolong cukup tua, tetapi semangat yang dibawa tidak pernah rentan ditelan waktu.

Sedikit kilas balik, meski demikian keberadaan radio di Indonesia sebenarnya telah ada pada 1925. Kala itu siaran pertama kali pernah dilakukan di Batavia (sekarang Jakarta).

Waktu itu pun RRI dinamakan dengan Bataviase Radio Vereniging, yang disingkat BRV. Pendirian tepat dilakukan pada 16 Juni.

Saat itu, stasiun radio BRV masih berstatus lembaga milik swasta. Lembaga ini pula yang menginisiasi kelahiran radio-radio lainnya di Indonesia. Antara lain Nederlandsch Indische Radio Omroep Masstchapyj (NIROM) di Jakarta, Bandung, Medan. Kemudian Solossche Radio Vereniging (SRV) di Solo, Mataramse Verniging Voor Radio Omroep (MAVRO) di Yogjakarta, dan Verniging Oosterse Radio Luisteraars (VORL) di Bandung.

Sementara itu Surakarta, ada pula Vereniging Voor Oosterse Radio Omroep (VORO), di Surabaya Chineese en Inheemse Radio Luisteraars Vereniging Oost Java (CIRVO). Adapun Madiun serta Semarang dinamakan dengan Eerste Madiunse Radio Omroep (EMRO) serta Radio Semarang

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini