Teknologi Helion ITB Mampu Jaga Wilayah Terluar NKRI

Teknologi Helion ITB Mampu Jaga Wilayah Terluar NKRI

Teknologi Helion ITB Mampu Jaga Wilayah Terluar NKRI

BANDUNG - Jadwal uji coba flying-BTS milik Insitek yang dipimpin Hagorly M Hutasuhut tinggal menunggu waktu. Rencananya balon ini akan diterbangkan di Februari 2016.

"Mengenai persiapan teknis baik balon, perangkat elektronik dan strukturnya sudah kami uji dan persiapkan. Tinggal integrasi dan akan diuji teknis kembali menjadi sistem helion (Wi-Fi Loon) keseluruhan," jelas Gorly kepada Okezone, Rabu (13/1/2016).

Mengenai cara kerjanya sendiri, balon Helion ini akan terbang dengan ketinggian sekira 50 meter dan dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Dia juga secara tegas membantah bahwa Proyek Helion ini dilakukan untuk menandingi Proyek Loon milik Google. Menurutnya, Helion memiliki sistem yang berbeda dengan Loon.

Selain berfungi sebagai BTS di udara. Helion memiliki keunggulan lain untuk menjaga kedaulatan Indonesia, antara lain untuk pemetaan daerah terluar, pertanian, perikanan, dan memantau daerah rawan bencana.

"Kami ini menggunakan Wi-Fi untuk sambungan internet. Selain itu dapat ditambahkan perangkat pencitraan. Tentu desain balon yang kami buat itu dapat menjadi medium periklanan juga," tutupnya.

(kem)

Baca Juga

Wah! CEO Xiaomi Bertandang ke Indonesia, Mau Apa?

Wah! CEO Xiaomi Bertandang ke Indonesia, Mau Apa?