nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FiraOS Polytron, Sistem Operasi Buatan Anak Negeri

Kustin Ayuwuragil Desmuflihah, Jurnalis · Kamis 28 Januari 2016 19:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 01 28 207 1299586 firaos-polytron-sistem-operasi-buatan-anak-negeri-dvYz3T1SBp.jpg FiraOS Polytron, Sistem Operasi Buatan Anak Negeri (Foto: Kustin Ayu/Okezone)

JAKARTA - Polytron tak hanya merilis perangkat baru di lini Zap 6 pada Kamis, 28 Januari. Perusahaan lokal tersebut juga memperkenalkan sistem operasi bernama FiraOS yang diklaim 100 persen buatan anak bangsa.

Tekno Wibowo, Marketing Director Polytron Indonesia menjelaskan bahwa Fira berbeda dari ZenUI atau MIUI yang hanya membedakan perangkat Asus dan Xiaomi dengan perangkat Android lainnya dari sisi tampilan. FiraOS memiliki aplikasi bawaan yakni FIRA Check, FIRA Pay, FIRA Store dan FIRA TV.

FIRA Check Pulsa dimaksudkan untuk mempermudah pengguna mengecek pulsa yang dimiliki, sementara itu FIRA Pay memungkinkan pengguna membayar berbagai tagihan seperti listrik maupun telefon langsung dari perangkat Polytron. Di sisi lain, FIRA Store menyediakan voucher-voucher seperti pulsa, game dan listrik bersifat digital, nantinya juga akan bekerjasama dengan e-commerce yang dimaksudkan untuk mempermudah pengguna berbelanja, bukannya mengunduh aplikasi.

Spesial untuk FIRA TV, pengguna akan dimudahkan untuk streaming video maupun TV dengan aplikasi tersebut. Bekerjasama dengan Super Soccer TV, FIRATV akan menyiarkan seluruh tayangan bola pada Maret mendatang secara gratis bagi pengguna yang memiliki FIRA ID.

Lebih lanjut, Tekno sangat optimis bahwa FiraOS yang dibangun di Android itu akan membawa ciri sendiri bagi smartphone ZAP 6. "Kita berikan fitur-fitur lokal yang bermanfaat untuk orang Indonesia karena banyak fitur di smartphone-smartphone asing tetapi itu dibuat untuk global, bukan untuk masyarakat kita," terangnya.

Investasi untuk membangun software ini rupanya tak murah. Meski ragu mengungkapkan jumlah pastinya, Tekno mengungkap bahwa dana yang digelontorkan untuk membangun FiraOS lebih dari Rp10 miliar. "Hire programmer nggak murah. Kita timnya sekarang mungkin sekitar 12 orang semuanya WNI. Kita nggak butuh bule kok," jawabnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini