Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virtual Reality dari Masa ke Masa (2 - Selesai)

Kustin Ayuwuragil Desmuflihah, Jurnalis · Kamis 03 Maret 2016 04:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 03 02 57 1326124 virtual-reality-dari-masa-ke-masa-2-selesai-fyQITWLcFV.jpg Virtual Reality dari Masa ke Masa (2 - Selesai) (Foto: VRS)

JAKARTA - Virtual Reality atau yang biasa dipanggil VR, diramalkan akan menjadi teknologi yang booming di masa depan. Namun VR rupanya sudah menarik perhatian penduduk Bumi dari masa ke masa.

Sebagaimana dirangkum Okezone dari Virtual Reality Site, layar VR di kepala pertama diciptakan pada 1960. Heilig menciptakan Telesphere MaskĀ  dan head-mounted display (HMD) sebagai medium menonton film tanpa bisa berinteraksi dengan pergerakan. Headset itu hanya menampilkan pemandangan 3D.

Setahun berikutnya, barulah VR yang bisa mendeteksi gerakan diciptakan oleh dua teknisi Philco Corporation. Pada 1968, Ivan Sutherland dan muridnya Bob Sproull menciptakan VR/ AR menciptakan VR pertama yang tidak perlu terhubung ke komputer atau kamera. Namun bentuknya sangat besar dan terlalu berat.

Kendati telah tercipta, nama virtual reality lahir pada 1987 ketika Jaron Lanier, penemu visual programming lab (VPL) membuatnya. Lanier kemudian menciptakan banyak range virtual reality termasuk Dataglove, EyePhone, dan menjual Virtual Reality gogles serta gloves.

VR kemudian muncul dalam karya-karya fiksi ilmiah seperti di film Startrek dan lainnya. Namun SEGA menjadi perusahaan yang mengumumkan kacamata protipe VR pertama pada ajang CES 1993. Sayangnya, mereka tak berhasil menyelesaikan masalah teknis yang dihadapinya untuk memberikan pengalaman baru pada gamers ini.

Selain SEGA, Nintendo juga memiliki Virtual Boy untuk konsol gaming 3D. Namun gagal karena kurang baiknya grafis dan warna yang hanya tersedia di hitam dan putih. Sedikit pula software yang mendukung konsol ini sehingga produksinya dihentikan hanya setahun setelah peluncuran.

Belum lama ini, perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Google telah merilis produk sederhana untuk pengalaman 3D. Samsung memiliki Galaxy Gear sementara Facebook memiliki Oculus Rift. HTC telah merilis Vive sementara Sony segera merilis PlayStation VR dan Microsoft dengan Hololens.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini