nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

96 Persen Pengguna Smartphone Tertinggi ada di Indonesia

Arsan Mailanto, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2016 19:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 03 16 207 1337776 96-persen-pengguna-smartphone-tertinggi-ada-di-indonesia-EB6PO0whuT.jpg (Foto: Dok. IDA)

JAKARTA - Masyarakat perkotaan Indonesia menggemari konsumsi berita melalui telepon genggam (smartphone). Persentasenya mencapai 96 persen yang merupakan angka tertinggi dibandingkan media lain seperti televisi 91 persen, surat kabar 31 persen serta radio 15 persen dan lainnya.

Data tersebut merupakan temuan dari riset Indonesian Digital Association (IDA), yang didukung oleh Baidu Indonesia, dan dilaksanakan oleh lembaga riset global GfK.

Riset yang dilakukan di 5 kota besar di Indonesia selama penghujung pada 2015, mencakup 1.521 panelis yang ditanam melalui perangkat mereka dan 775 responden yang dilakukan interview langsung.

Dari responden, didapatkan bahwa pembaca berita online cenderung didominasi oleh kelompok usia 33-42 tahun, dan sedikit lebih banyak pria dibanding wanita.

Di mana pembaca Indonesia lebih menyukai berkunjung ke situs yang menyuguhkan berbagai tipe konten sebanyak 83 persen, dibandingkan dengan situs yang spesifik membahas kategori konten tertentu 17 persen.

Edi Taslim selaku Ketua IDA mengatakan, selaku praktisi industri sangat antusias terhadap hasil temuan ini dan kemajuan teknologi telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi.

"Tentunya kami melihat ini sebagai opportunity untuk menyuguhkan konten yang tepat di saat yang tepat, dengan cara yang tepat. Semoga semakin banyak riset terkait industri yang dapat kami hasilkan di waktu mendatang," ujarnya dalam keterangan diterima Okezone, Rabu (16/3/2016).

Sementara itu, Bao Jianlei Country Director PT. Baidu Digital Indonesia, menambahkan, Baidu sepenuhnya mendukung pengembangan ekosistem digital di Indonesia. Pengadaan riset menjadi penting, karena industri digital perlu didukung data industri untuk bisa berkembang.

"Kami berharap riset ini bisa menjadi salah satu acuan bagi pemain digital di Indonesia dalam mempelajari kebiasaan netizen di Indonesia. Adanya IDA dan BEKRAF sebagai badan yang menaungi industri konten dan digital di Indonesia, saya percaya didukung data riset yang akurat, industri digital Indonesia dapat berkontribusi bagi percepatan pertumbuhan ekonomi negara," tandasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini