Menyelamatkan Hidup Manusia dengan Ilusi Optik

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 09 Mei 2016 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 09 56 1383819 menyelamatkan-hidup-manusia-dengan-ilusi-optik-mCDBdV8O7W.jpg Muslihat optik zebra cross untuk menyelematkan penyeberang jalan (foto: BBC)

NEW DELHI - Apakah lukisan masih punya daya untuk memukau perhatian kita, apalagi sampai menyelamatkan hidup? Kementerian Transportasi India mengandalkan itu.

Dikutip dari BBC Indonesia, foto yang tersebar di media sosial memperlihatkan pemanfaatan muslihat optik dalam lukisan jalur penyeberangan di jalanan India. Dari sudut pandang pengemudi, garis-garis putih zebra cross itu tampak melayang bagaikan balok-balok yang mengapung di udara.

Dengan menarik perhatian pengendara dengan teknik 3D yang memikat, perencana tata kota berharap mengurangi jumlah kecelakaan akibat kebut-kebutan. Dalam prosesnya, mereka bersentuhan dengan satu tradisi seni yang menarik serta, khususnya, mahakarya dari abad 16 yang diciptakan di persimpangan ilusi optik dan keselamatan manusia.

Ketika dipertunjukkan ke publik pada tahun 1533, lukisan potret Die Gesandten -dikenal juga dalam judul bahasa Inggris, The Ambassadors- karya seniman Jerman dan Swiss Hans Holbein der J√ľngere (Hans Holbein Muda) pasti mengagetkan orang yang melihatnya.

Dilihat dari depan dengan sudut lurus, lukisan besar yang dibuat dengan cat minyak itu sudah cukup enigmatik, menunjukkan sepasang diplomat terkemuka di antara peralatan yang tergeletak tak beraturan: instrumen musik dan penelitian sains bercecer di atas rak yang menjadi sandaran mereka.

Namun lewatilah lukisan itu pada sudut yang sempit di sebelah kiri, sehingga mata Anda menangkap lukisan secara kebetulan di ujung penglihatan Anda, dan misteri yang terselip di tengah-tengah lukisan akan mengagetkan Anda. Hanya dari sudut itu Anda dapat melihat ilusi optik yang diam-diam diletakkan Holbein di latar depan lukisannya: tengkorak retak yang menyeringai kepada Anda.

Tengkorak Holbein ialah satu versi dari perangkat artistik tradisional yang dinamakan memento mori (atau 'pengingat kematian'), digunakan para pelukis dan pemahat untuk mengangkat karya mereka ke tingkat spiritual yang mengingatkan orang bahwa dunia ini sementara dan mereka harus hidup dalam kebajikan serta senantiasa mencari keselamatan dari dosa.

Mungkin karena sadar bahwa orang telah terbiasa melihat tengkorak di lukisan abad pertengahan dan pengaruh relijiusnya telah melemah, Holbein sepertinya meningkatkan kualitas memento mori dalam lukisannya dengan mengubah perangkat itu menjadi kejutan menakutkan yang melompat dari bayang-bayang.

Layaknya garis-garis 3D di jalur penyeberangan di jalanan India, tengkorak tersebut ialah contoh 'anamorfosis' artistik. Obyek itu tampak kabur dan tak terbaca ketika dilihat dari berbagai sudut selain yang dimaksudkan Holbein. Ia berharap mengagetkan kita.

Ketika dilihat apa adanya, tengkorak itu membayangi signifikansi duniawi dari simbol kesempurnaan budaya berupa instrumen yang meliputi Jean de Dinteville, duta besar Prancis ke London (kiri), dan temannya, diplomat Tahta Suci, Georges de Selve, Uskup dari Lavaur (kanan).

Dalam bayang-bayang kematian yang dilambangkan tengkorak Holbein, jiwa manusia menginjak rem dan mengikuti jalan setapak dari dunia ini menuju dunia selanjutnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini