Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cortex-A73 dan Mali-G71, Chipset Terbaru ARM Dukung Virual Reality

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2016 11:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 05 31 207 1402142 cortex-a73-dan-mali-g71-chipset-terbaru-arm-dukung-virual-reality-lwPehvyl4V.jpg Cortex-A73 dan Mali-G71, Chipset Terbaru ARM Dukung Teknologi VR. (Foto: GSM Arena)

CALIFORNIA – Di era kepopuleran teknologi VR, ARM berusaha menggaet pasar pemvisualan tersebut dengan memperkenalkan chip pemrosesan terbaru yakni Cortex-A73 dan Mali-G71. Kedua chip tersebut diperkenalkan pada ajang Computex 2016 kemarin.

Cortex-A73 dan Mali-G71 dikatakan akan digunakan untuk perangkat yang akan mendukung teknologi virtual reality (VR). Selain itu, kedua chipset tersebut juga dikatakan memiliki tenaga yang lebih powerful dan konsumsi daya tahan baterai yang lebih rendah.

Saat ini, MediaTek, HiSilicon Huawei, Marvell dan tujuh perusahaan semikonduktor lainnya telah memiliki lisensi chip terbaru ARM. Kabarnya, ketujuh perusahaan chipset yang bekerja sama, telah melakukan pengujian. Namun, ketersediaan perangkat yang mendukung chipset tersebut diprediksi masih harus menunggu beberapa tahun lagi.

Berdasarkan laporan Phone Arena, Selasa (31/5/2016) Cortex-A73 berarsitektur 10 nm FinFET dan memiliki kecepatan 30 persen lebih cepat dibanding A72. Sedangkan Mali-G71 akan mendukung teknologi 4K dengan refresh rate sebesar 120 MHz. Jumlah tersebut lebih besar dari dukungan fresh rate untuk VR yang sebesar 90 MHz. Artinya, Mali-G71 mampu menampilkan screen fresh sebanyak 120 frame tiap detiknya.

Mali-G71 juga dikatakan memiliki kecepatan 50 persen dan tenaga yang lebih besar sebanyak 20 persen dibandingkan dengan pendahulunya Mali-T880. Dengan latency sebesar 4 ms, pengguna tidak perlu khawatir lagi akan terjadi lag saat menggunakannya.

ARM sendiri merupakan perusahaan yang membidangi arsitektur dari sebuah chipset. Tidak seperti Intel yang menjual chipset-nya, ARM hanya menjual lisensi kekayaan intelektual kepada perusahaan pembuat semikonduktor seperti Qualcomm, Nvidia, AMD, Samsung, Apple bahkan Intel sendiri.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini