Waspadai Penggunaan ATM Jelang Idul Fitri 2016

Arsan Mailanto, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2016 22:22 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 23 207 1423731 waspadai-penggunaan-atm-jelang-idul-fitri-2016-WMMrD0Hi1m.jpg Waspadai Penggunaan ATM Jelang Idul Fitri 2016 (Foto: Arsan Mailanto/okezone)

JAKARTA - Menjelang mudik hari raya Lebaran 2016, dipastikan banyak masyarakat yang menggunakan mesin ATM untuk melakukan transaksi baik pengambilan uang atau melakukan transfer, namun kegiatan itu tanpa disadari banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum dengan modus tertentu.

Menanggapi hal itu, Kaspersky mengimbau untuk tingkatkan kewaspadaan dengan cara memperketat keamanan ATM dan Point of Sale (PoS) terminal jelang Hari Raya Idul Fitri 2016.

"Kami mengamati munculnya malware khusus ATM sejak 2009, contoh terbaru bahkan mengganti hardware card skimmers, tetapi juga memungkinkan penyerang untuk memaksa ATM yang terinfeksi untuk mengeluarkan uang tunai," ujar Dony Koesmandarin Territory Channel Manager Kaspersky.

Ia mengatakan, salah satu serangan siber yang paling merusak itu pada 2014/2015 dikenal sebagai Carbanax. Seperti aksi penarikan uang tunai secara besar-besaran, malware yang menargetkan ATM.

"Dan tahun ini juga kami mengamati pesatnya perampokan secara fisik atau paksa menggunakan alat canggih dari bank berteknologi tinggi," ungkap Dony dalam acara media briefing Potensi Keamanan ATM dan PoS menjelang Hari Raya Idul Fitri, di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Atas hal itu, perusahaan keamanan siber Kaspersky Lab, hari ini mengumumkan ketersediaan Kaspersky Embedded Systems Security, solusi level enterprise yang dirancang untuk melindungi beragam jenis platform yang berbasis Windows dan penanganan pengelolaan keuangan paling sensitif.

"Kaspersky Embedded Systems Security ini memiliki kemampuan mendeteksi terbaik di dunia serta opsi-opsi keamanan khusus yang paling baru. Baik itu ancaman terhadap ATM fisik dan Virtual," ucap Dony.

Seperti diketahui lembaga keuangan juga telah melaporkan ancaman paling umum yang menargetkan mesin ATM lebih bersifat fisik, seperti skimming dan pencurian terhadap ATM. Namun, ancaman atau serangan siber pada software juga telah merangkak naik.

Perbankan melaporkan adanya peningkatan sejumlah insiden yang melibatkan malware ATM. Insiden seperti ini salah satu hal yang ditangani oleh perusahaan.

"Kami juga melihat setelah dua puluh tahun. Karena kan sifatnya anti virus ini hanya mengenali satu kapasitas USB dan yang lainnya itu tak bisa. Karena sistem hanya ngebaca satu perangkat saja," pungkas Dony.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini