Pentingnya Badan Cyber Nasional

Kemas Irawan Nurrachman, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2016, 14:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 06 24 207 1424226 pentingnya-badan-cyber-nasional-zU7OFNNrv5.jpg Pentingnya Badan Cyber Nasional

JAKARTA - Keberadaan Badan Cyber Nasional (BCN) sangat diperlukan oleh Indonesia. Di banding negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, jelas Indonesia tertinggal. Singapura misalnya sudah mempunyai "BCN" sejak 2009. Bandingkan juga dengan Amerika, pada masa awal kepemimpinan 2008, Obama langsung membangun kekuatan pertahanan cyber bahkan punya akses langsung ke Presiden.

Pakar keamanan cyber Pratama Persadha menjelaskan bahwa Indonesia bukan seperti negara kecil di Eropa yang wilayahnya tak luas, hanya daratan dan monoetnis. Indonesia punya banyak data strategis, rahasia, bahkan masuk kategori rahasia negara yang wajib diamankan untuk menjaga kemajemukan dan keutuhan NKRI.

“Kini data itu mulai terdistribusi dan tersimpan secara digital. Bila tidak mendapat pengamanan yang layak, jelas berbalik menjadi ancaman. Yang masih menyelamatkan kita adalah belum ada sistem yang integral, sehingga bila ada serangan masif, kerusakan yang dirasakan juga masih pada sektor tertentu,” terang pria yang menjabat sebagai chairman lembaga riset keamanan cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini.

Pratama menambahkan, sebenarnya tugas BCN nantinya jauh lebih besar dari hanya sekadar mengamankan data. Tugas utama BCN adalah menagamankan wilayah cyber (cyberspace) Indonesia. BCN ini seolah menjadi angatan bersenjata di dunia maya.

Bisa dibayangkan, betapa masyarakat kini sangat bergantung pada internet untuk berkomunikasi, tukar informasi, berbelanja, menggunakan moda transportasi dan banyak lagi. Bla masyarakat tidak mendapatkan penanganan yang layak, bisa terjadi kerugian luar biasa.

“Bila benar rencana perwujudan BCN ini dibatalkan karena minimnya angaran yang ada saat ini, Lembaga Sandi Negara yang akan ditunjuk menjalankan fungsi BCN harus diperluas wewenangnya. Bila perlu dan mendesak bisa dibuat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) agar bisa segera dilaksanakan,” terang Pratama.

BCN ini sangat dinantikan, karena pengguna internet Indonesia semakin banyak, hampir menembus 90 juta orang. Namun selain pengamanan, BCN sebenarnya dituntut untuk melakukan tugas mulia, edukasi keamanan cyber pada masyarakat. Lebih jauh lagi, BCN dituntut untuk bisa menggali potensi SDM dan juga industri pertahanan cyber nasional. Jangan sampai setiap usaha pengamanan wilayah cyber terlalu bergantung pada teknologi dan SDM luar negeri. Ini malah jadi senjata bumerang bagi kita.

“Bisa dilihat China, doktrin mereka adalah sebisa mungkin seluruh teknologi, baik perangkat lunak maupun keras buatan mereka sendiri. Bila terpaksa memakai buatan aisng, mereka harus melakukan clearence secara menyeluruh agar tidak kecolongan,” jelasnya.

Membangun kekuatan pertahanan cyber memang tidak murah. Bayangkan saja, pemerintah AS saja menganggarkan lebih dari Rp100 triliun untuk urusan keamanan cyber. Bila benar ini terkait anggaran yang sulit ditahun ini, penambahan wewenang dan fungsi baru pada Lembaga Sandi Negara wajib dilakukan untuk mengkover tugas sebenarnya dari BCN.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini