Tips Memotret Foto Underwater ala Fotografer Profesional

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2016 12:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 07 01 92 1430824 tips-memotret-foto-underwater-ala-fotografer-profesional-1dEFqpoIvb.jpg Tips Memotret Foto Underwater ala Fotografer Profesional. (Foto: Jenna Martin/iso500px)

JAKARTA – Jenna Martin ialah seorang fotografer profesional di bidang underwater dan fine art yang tinggal di Billing, Montana. Setelah mendapatkan gelar Master di jurusan Rehabilitasi Psikiatri, ia kemudian membuat perubahan yang cukup drastis dengan beralih sebagai fotografer.

Jenna sendiri, telah menggeluti profesi sebagai fotografer selama dua tahun terakhir, dan kini ia telah cukup dikenal dengan karya-karyanya di situs sharing foto iso500px.

Selain mengunggah fotonya, Jenna juga berkesempatan untuk berbagi pengalamannya selama memotret di bawah air seperti dilansir iso500px, Rabu (6/7/2016), dan dihimpun Okezone, berikut tips memotret foto underwater dari Jenna Martin.

Memiliki Pikiran Terbuka

Segalanya berbeda saat berada di dalam air. Contohnya pencahayaan yang mengikuti pola dan dasar-dasar yang berbeda. Pencahayan di dalam air membutuhkan 6 kali lebih cepat dibandingkan di daratan. Selain itu karena sinyal radio memiliki risiko besar di dalam air, pencahayaan biasanya membutuhkan cahaya lebih konstan, menyebar, dan lampu kilat yang terkoneksi dengan kamera.

Selain itu, model yang menjadi objek pemotretan juga harus bisa beradaptasi dengan lingkungan yang memiliki gravitasi rendah dan pakaian yang digunakan pun bisa jadi tampak tidak seperti yang diinginkan saat berada di dalam air, sehingga membutuhkan pikiran yang terbuka bagaimana cara untuk menghadapi situasi seperti itu.

Memilih Pelindung yang Tepat

Untuk merasa nyaman saat berada di bawah air, diperlukan housing yang benar-benar bisa melindungi kamera dari kebocoran. Pilihlah housing yang benar-benar ditujukan untuk memotret bukan untuk melakukan perekaman video. Menyewa perangkat yang tahan air mungkin menjadi salah satu solusi seperti kamera aksi GoPro.

Tidak Semua Air Sama

Kamera melihat cahaya secara berbeda dari yang kita lihat. Kolam renang yang berkapori mungkin akan terlihat jernih di mata kita, namun hal itu terlihat buram di lensa kamera. Sehingga jika saat Anda memotret memotret di dalam air yang jernih, namun terlihat buram saat melihat hasilnya, kemungkinan air tersebut mengandung bahan kimiawi. Menurut Jenna, ia akan menghindari kolam renang yang mengandung kaporit, dan lebih memilih tempat seperti danau, laut, dan kolan air asin yang tentunya jernih.

Berkreasi dengan Lensa Wide

Meski memiliki distorsi, namun menurut Jenna, tidak ada salahnya dengan mematahkan aturan tersebut. Ia mengakui biasa menggunakan lensa dengan jarak 25 mm sehingga bisa mendapatkan objek secara keseluruhan. Selain itu untuk mendapatan background berwarna hitam pekat, ia menggunakan lensa lebar 8 mm dan untuk portrait close-up, Jenna menggunakan lensa di rentang 40 – 50 mm. Sebagai tambahan ia juga memiliki lensa 85 mm yang digunakannya untuk memotret foto underwater.

Belajar Tenggelam

Salah satu faktor terpenting dalam foto underwater ialah bagaimana untuk berada di bawah air, terutama bagaimana cara untuk bernafas. Menurut Jenna, kunci dalam menyelam di dalam air ialah dengan tidak menahan nafas, namun mengeluarkan seluruh udara. Sebab, semakin sedikit udara yang dimiliki, semakin mudah untuk bermanuver ke dalam air.  

Meskipun terdenga cukup sulit, namun hal itu akan terbiasa seiring dengan banyaknya latihan. Namun jika merasa kesulitan, bisa dengan memakai alat bantu seperti perlengkapan menyelam.

Bersabar dengan Model

Melakukan pemotretan di bawah air cukup sulit bagi model. Selain karena kondisinya yang berbeda dan menantang, seorang model juga dituntut untuk berpose sebagus mungkin di dalam air. Bagi model yang baru mengawali pemotretan di kondisi seperti ini, biasanya akan memiliki ekspresi yang kurang menyenangkan saat di bawah air.

Untuk itu diperlukan waktu untuk memberikan gambaran mengenai pemotretan yang akan dilakukan. Jenna sendiri biasanya memberikan arahan mengenai pose yang akan diperagakan oleh model saat berada di daratan. Sehingga ketika di dalam air, model telah mendapatkan skenario dan siap untuk meragakan pose-pose yag diperlukan.

Belajar Memoret dengan Cepat

Meski kondisi air tidak memiliki suhu yang cukup dingin, namun jika dilakukan selama beberapa waktu, akan merubah tekstur kulit dan make-up model. Terutama dapat menyebabkan tampilan wajah yang pucat. Untuk itu, fotografer dituntut dapat melakukannya dengan cepat sehingga sangat penting untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum masuk ke dalam air.

Karena setiap pemotretan di dalam air membutuhkan waktu yang singkat, maka Jenna menyarankan agar seorang fotografer untuk melakukan proses post-editing. Hal tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki dan membuat foto tampak lebih baik. Sebab di dalam air, fotografer tidak mungkin untuk memeriksa setiap hasil pemotretannya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini