Share

Bukan Melarang, Pemerintah Harusnya Didik Pemain Pokemon GO

Kustin Ayuwuragil Desmuflihah, Jurnalis · Kamis 21 Juli 2016 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 21 326 1443477 komunitas-pokemon-go-bukan-melarang-pemerintah-diharapkan-mengedukasi-Z0EYvCWsB6.jpg CISSRec dan Komunitas Pokemon GO di Redbons Okezone (Foto: Ahmad Luthfi/Okezone)

JAKARTA – Komunitas GamersPokemon Go’ Indonesia yang diwakili oleh salah satu pendirinya, Wisnu  Satya Pratama, mengharapkan pemerintah memberikan edukasi pada masyarakat mengenai ‘Pokemon Go’. Hal tersebut dinilainya akan lebih baik ketimbang melarang masyarakat memainkan game augmented reality itu.

“Kami dari komunitas akan terus memberikan edukasi dan tips pada masyarakat. Daripada melarang, pemerintah lebih baik memberikan arahan juga agar gamers main dengan benar dan aman karena semakin dilarang kita bisa justru makin penasaran,” kata dia.

Pratama Persadha sebagai Ketua CISSRec (Communication & Information System Security Research Center) juga setuju dengan hal tersebut. Seharusnya pemerintah tidak berburuk sangka terhadap permainan yang sedang hit ini dan justru membuat fenomenanya sebagai motivasi untuk lebih mendorong dan mendukung developer lokal.

“Harusnya ini menjadi motivasi untuk developer dan pemerintah untuk mengembangkan aplikasi anak-anak kita. Saham Nintendo sudah naik sangat tinggi karena game ini. Kalau untuk Indonesia, paling bisa dengan mulai program kan medsos atau aplikasi agar bisa menjadi alternatif kalau OTT asing keluar. Seperti China, mereka punya Weibo dan Baidu sehingga masyarakat di sana enggak peduli ketika Google dan Facebook dilarang masuk,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pratama juga memperingatkan gamersPokemon Go’ untuk senantiasa berhati-hati karena ia mengakui, munculnya modus-modus kejahatan baru dengan lahirnya game karya Niantic Labs tersebut. “Hati-hati main di malam hari, apalagi kalau ternyata penjahat ngelihat Pokegym di tempat yang sepi yang jauh dari kampung. Itu akan bahaya buat anak-anak karena perampok bisa ngepos di situ. Bisa jadi metode baru penculikan, penjambretan, dan perampokan juga,” ujarnya.

Sekadar informasi, ‘Pokemon Go’ saat ini belum secara resmi diluncurkan di Indonesia. Namun gamers di Tanah Air telah banyak memainkannya dengan cara menjalankan APK game tersebut.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini