Kominfo Fokus Kembangkan Budaya Cyber Security Awareness

Arsan Mailanto, Jurnalis · Kamis 28 Juli 2016 18:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 07 28 207 1449348 kominfo-fokus-kembangkan-budaya-cyber-security-awareness-570eXEOw51.jpg (Foto: Dok. Kominfo)

JAKARTA - Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi dan Media Massa, Henri Subiakto menyatakan, persoalan cyber security tidak hanya berkaitan dengan regulasi dan teknologi yang akan kita gunakan tetapi juga budaya awareness.

"Terkait banyaknya aktivitas masyarakat di dunia cyber, maka cybersecurity menjadi penting karena keberadaan anak, cucu kita sebagian besar terkait dengan cyber life atau cyber world," ujarnya dalam Simposium Perlindungan Infrastruktur Informasi Kritikal di Indonesia.

Ia berharap kepada peserta yang hadir pada acara simposium tersebut yang berasal dari instansi sektor strategis nasional, akademis dan industri, untuk berempati terhadap masa depan dengan memperhatikan cyber security.

"Hampir semua aktivitas masyarakat menggunakan cyber world atau cyber life. Dunia perbankan tidak akan dianggap maju jika tidak menggunakan cyber world. Demikian juga dengan akses kesehatan, pertahanan, dan pertanian," ungkap Henri.

Cyber crime

Dikemas dalam bentuk Diskusi Panel, acara simposisum ini menghadirkan pembicara Kepala Subdit IT & Cyber Crime Bareskrim Polri Idam Wasiadi. Menurutnya, cybercrime menjadi prioritas penanganan di seluruh negara di dunia.

"Sama halnya seperti kasus perdagangan ilegal narkoba, kejahatan ekonomi, TPPU, fraud, penyelundupan manusia, perdagangan manusia, dan counter terrorism,” paparnya.

Idam menjelaskan hampir semua negara mengalami kesulitan dalam menginvestigasi kasus cybercrime karena sifatnya yang anonimus, transnasional, dan terorganisasi.

"Cyber crime juga attacking national critical infrastructure, memunculkan heavy damage, reputation, public security, dan lain sebagainya," tukasnya seperti dikutip dari situs resmi Kominfo.go.id, Kamis (28/7/2016).

Atas hal itu, Idam menyatakan, kejahatan cyber tidak bisa ditangani sendiri. “Ini memerlukan kerja sama dengan semua stakeholders, baik dalam maupun luar negeri,” pungkasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini