Agar Tak Tergerus Zaman, Perusahaan Harus Bertransformasi Digital

Kustin Ayuwuragil Desmuflihah, Jurnalis · Selasa 06 September 2016 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 06 207 1482935 agar-tak-tergerus-zaman-perusahaan-harus-bertransformasi-digital-csyox0t2Mb.jpg Agar Tak Tergerus Zaman, Perusahaan Harus Bertransformasi Digital (Foto Kustin Ayuwuragil/okezone)

JAKARTA - Hitachi Data System hari ini mengadakan pameran dan konferensi mengenai praktik transformasi digital di Ritz Carlton, SCBD Jakarta Pusat, Selasa (6/9/2016). Hubert Yoshida selaku VP Global CTO Hitachi Data System mengatakan bahwa bisnis di Indonesia dengan Revolusi Digital-nya harus bertransformasi pula ke digital jika tidak ingin tergerus zaman.

Menurut dia, Indonesia memiliki peluang yang besar untuk bisa menjadi negara digital. Banyak bisnis yang sudah mengenal Cloud, Mobility, Big Data, Security, Internet of Things dan Social Media. Sayangnya, banyak perusahaan yang memaknai digitalisasi sebagai otomisasi atau asal sudah punya web atau aplikasi saja.

"Revolusi digital membuat organisasi IT dihadapkan pada dua pilihan yaitu berubah atau memakai tidak relevan. Meskipun secara peran teknologi memiliki peran sebagai enabler dalam bisnis saat ini teknologi telah menjadi inti dari bisnis di berbagi industri," kata Hubert di Jakarta.

Menurutnya, sebuah perusahaan perlu mengaitkan bisnis dengan teknologi. Tak hanya bisnis, lembaga Pemerintah seperti pelayanan pendidikan, kesehatan, logistik, transportasi perlu dibenahi ke digital sehingga bisa lebih efisien.

"Saat ini, orang Indonesia 50 persen masih menggunakan uang cash. Padahal di luar negeri misalnya AS, jumlahnya sudah berkurang sehingga Pemerintah lebih mudah menghitung perputaran uang, pajak dan lain sebagainya," ujarnya.

Namun Hu, sapaan pria 70 tahun itu, revolusi digital perlu diawali dengan perubahan budaya masyarakatnya. Di samping itu, faktor lain seperti regulasi, infrastruktur dan sektor pendukung lainnya seperti logistik dan perbankan diperlukan untuk mewujudkan revolusi digital.

"Misalnya sebuah ecommerce maka dia tidak hanya perlu memikirkan tampilan web atau aplikasi saja tetapi juga cara pembayarannya, cara pengiriman barangnya seperti apa," tambahnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini