Ini Robot Pertama di Dunia yang Dibangun Ilmuwan Muslim

Aditya Gema Pratomo, Jurnalis · Jum'at 16 September 2016, 06:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 09 15 56 1490449 ini-robot-pertama-di-dunia-yang-dibangun-ilmuwan-muslim-tPZzqJCrYj.jpg (foto: Onaltiyildiz)

ISTANBUL - Dalam sebuah dokumen sejarah Kekaisaran Ottoman terungkap bahwa teknologi robot pertama ditemukan oleh ilmuwan muslim yang berasal dari Turki.

Cerita tersebut bermula di 1887. Ketika itu, keponakan Kaisar Jepang, Pangeran Komatsu datang ke Istanbul untuk memberikan hadiah untuk Sultan Abdulhamid Han.

Pada 1889, Kaisar Meiji kembali mengirim utusan pribadi ke Istanbul untuk memberikan beberapa hadiah dan sebuah surat rahasia untuk Sultan Abdulhamid Han. Dalam surat tersebut, Kaisar Jepang meminta kepada Sultan Turki untuk memberikan informasi mengenai agama Islam, ilmu pengetahuan, dan inovasi teknologi.

Menanggapi surat tersebut, Sultan Turki meminta kepada ahli jam, Musa Dede untuk membuat sebuah jam dengan teknologi yang unik. Musa lalu memikirkan sebuah konsep untuk proyek ini.

Musa lalu memberikan gambaran awal mengenai jam ini kepada sultan. Pada awalnya, sultan menolak konsep yang ditawarkan Musa. Lalu, Sultan menyarankan agar jam ini berbentuk seperti penari sufi. Namun, Sultan juga memberikan ide tambahan yang aneh terhadap jam ini.

"Buat jam ini seukuran manusia biasa. Lalu buat agar jam ini dapat melantunkan azan," cetus Sultan kepada Musa.

Musa sempat kebingungan mendengar permintaan Sultan mengenai penambahan suara azan. Lalu, Musa terpikirkan mengenai mesin rekaman Gramophone yang diciptakan oleh Thomas Alva Edison. Ia lalu menerapkan teknologi tersebut agar jam ini dapat melantunkan azan.

Setelah beragam macam percobaan, jam ini akhirnya selesai dikerjakan. Sesuai permintaan Sultan, jam ini memiliki bentuk seperti penari sufi. Pada waktu yang telah ditentukan, jam ini dapat membuka kedua lengannya dan melantunkan azan.

Musa akhirnya menyerahkan jam seukuran manusia tersebut ke Sultan. Melihat hasil karya Musa, Sultan sangat kagum. Lalu sultan menamai jam ini dengan sebutan 'Alamet' yang berarti keajaiban.

Jam Alamet segera dikirimkan ke kaisar Jepang dengan menumpang sebuah kapal. Alamet berhasil mendarat di pelabuhan Yokohama di Juni 1890. Sayangnya, jam ini sekarang tidak diketahui keberadaanya. Namun peristiwa ini tercatat dokumen sejarah dan arsip Ottoman. Demikian seperti dikutip dari onaltiyildiz, Kamis (15/9/2016).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini