Perkembangan Memori RAM dari Masa ke Masa

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 16 September 2016 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 16 207 1490801 perkembangan-memori-ram-dari-masa-ke-masa-AWhibIt8UA.jpg Perangkat RAM (Foto: Wikipedia)

JAKARTA - Istilah RAM mungkin tidak asing di telinga para pengguna PC maupun smartphone. RAM merupakan kepanjangan dari Random access memory. Semakin besar memori RAM, umumnya kecepatan perangkat akan semakin cepat.

Bila dilihat dari sejarahnya, RAM awalnya dikenal sekira 1960-an. Saat itu, memori semikonduktor belum terlalu populer karena harganya yang mahal.

Salah satu produsen perangkat keras, memulai debut dengan memproduksi RAM. Dijelaskan bahwa RAM umumnya dipakai untuk penyimpanan primer (memori utama) dalam komputer. Beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka panjang.

Wikipedia menerangkan, ada dua tipe RAM yang dikenal secara umum, RAM Statis (SRAM) dan RAM Dinamis (DRAM). Pada SRAM, data sedikit disimpan dengan metode memory cell 6 transistor.

SRAM mahal untuk diproduksi, namun lebih cepat dan memerlukan lebih sedikit daya ketimbang DRAM. Sedangkan DRAM menyimpan sedikit data menggunakan transistor dan kapasitor.

Baik RAM Statis maupun RAM Dinamis cenderung rentan, di mana memori akan hilang atau ter-reset saat sistem kehilangan daya. Sebaliknya, ROM atau Read-Only Memory bisa menyimpan data dengan mengaktifkan atau menonaktifkan transistor terpilih secara permanen.

RAM terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Setelah DRAM, muncul FPM RAM yang dibuat pada 1980-an, EDO RAM (Exteneded-Data-Out RAM) pada 1990-an, SD RAM (Synchronous Dynamic RAM) pada 1996 hingga 2001.

Kini, sebagian besar perangkat PC terbaru memakai DDR RAM (Double Data Rate RAM). Disebut Double Date Rate karena perangkat mampu menghadirkan kecepatan dua kali lipat dari SD RAM.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini