Masyarakat Indonesia Rentan Pakai Software Bajakan

Arsan Mailanto, Jurnalis · Jum'at 30 September 2016 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 30 207 1502821 masyarakat-indonesia-rentan-pakai-software-bajakan-t8UYoI0Sv2.jpg Sudimin Mina, Software Asset Management and Compliance Director, Microsoft Indonesia (Foto: Arsan Mailanto/Okezone)

JAKARTA - Maraknya penggunaan counterfeit software alias software bajakan untuk kebutuhan bisnis, perseorangan, maupun keluarga dinilai meresahkan akan resiko keamanan bagi penggunanya.

"Kasus seperti kerusakan file, pencurian data pribadi, dan penyusupan privasi merupakan contoh nyata bahaya akan penggunaan counterfeit software," kata Sudimin Mina, Software Asset Management and Compliance Director, Microsoft Indonesia.

Menurutnya, banyak waktu dan materi yang terbuang untuk memulihkan perangkat yang sudah terinfeksi malware. Tentunya akan merugikan pengguna.

"Padahal dengan menggunakan genuine software, Anda sebagai pengguna dan keluarga dapat fokus memanfaatkan perangkat tersebut dengan lebih maksimal," kilah Sudimin dalam acara #CariYangOri di Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Lebih lanjut dijelaskannya, menurut data yang diterbitkan oleh Microsoft Malware Infection Index 2016, tingkat pemalsuan dan penyebaran PC di Indonesia tergolong masih sangat tinggi. Bayangkan, Indonesia ada di posisi kedua di belakang Pakistan dengan tingkat infeksi virus malware tertinggi di Asia Pasifik.

Atas hal tersebut, Microsoft Indonesia mengaku sebagai salah satu anggota Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) yang menyosialisasikan bahaya penggunaan counterfeit software melalui edukasi Anty-Piracy kepada konsumen di Indonesia, terutama bagi para pengguna software.

"Untuk menjaga keamanan privasi Anda dan keluarga, kami mengimbau konsumen untuk selalu waspada dan lebih bijaksana saat membeli software, baik secara online maupun offline. Kita punya payung hukum, yang bajakan akan kita hindari. Jangan sembarangan beli di internet, kalau bisa melalui mekanismenya lebih ke pro-aktif," harap Sudimin.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini