Pelaku Kejahatan Cyber Menarget PC & Ponsel Mobile

Arsan Mailanto, Jurnalis · Jum'at 07 Oktober 2016 14:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 07 207 1508751 pelaku-kejahatan-cyber-menarget-pc-ponsel-mobile-fDpMnl84Qc.jpg (Foto: Arsan Mailanto/Okezone)

JIMBARAN - Director Global Research & Analysis Team, APAC, Kaspersky Lab, Vitaly Kamluk, mengungkapkan mengenai gambaran landscape ancaman siber (cyber) dunia maya di wilayah APAC (Asia-Pacific)

Menurutnya, target para anonymous (kelompok aktivis atau hacktivis), menargetkan perangkat device PC, mobile phone lalu menyerang dalam sebuah kejahatan siber di suatu pemerintahan e-goverment, perusahaan, dengan sponsor.

"Sementara perangkat mobile yang berisiko terjangkit kejahatan hacker di tahun ini seperti aplikasi yang terinfeksi di pasar resmi, peretasan ponsel mobile browser web, pencurian data, mobile banking trojan, dan mobile ransomware," ujarnya dalam acara Cyber Security Kaspersky Lab Weekend for Asia Pasific Countries, di Jimbaran, Bali, Jumat (7/10/2016)

"Kami ingin berbagi keahlian dalam cyber security dan untuk menunjukkan perspektif yang berbeda atas cyber security, yang berfokus pada industri keuangan, bank, dan sebagainya," tambahnya.

Kamluk menjelaskan, di Asia Pasifik pertumbuhan teknologi informasi kian pesat, cara transaksi keuangan tumbuh berkembang dan maju. Akibatnya, banyak organisasi dan pengguna cenderung lupa untuk menerapkan cyber security.

"Kami berharap bahwa dengan menciptakan lebih banyak kesadaran, masyarakat akan memiliki pemahaman lebih baik dari mengenai cyber security dan bersama-sama kita bisa bergerak menuju membuat dunia maya menjadi tempat yang lebih aman," pungkasnya.

Sekadar informasi, produsen software anti-virus, anti-spyware, dan anti-spam cyber security global Kaspersky Lab menggelar acara Cyber Security Weekend 2016 bersama negara-negara Asia Pasifik (APAC) bertempat di Jimbaran, Bali, Indonesia.

Dalam acara tahunan ini Indonesia menjadi tuan rumah, diikuti oleh beberapa media lokal dan asing terdiri dari Indonesia, India, Malaysia, China, Filipina, Vietnam, Thailand, Korea Selatan, Australia, dan Singapura.

Perusahaan cyber crime asal Rusia tersebut memberikan update terbaru mengenai kejahatan para anonymous (hacktivis), peretasan data melalui ransomware, sistem keamanan, dan penyelidikan cyber security pada industri keuangan, bank, dan lainnya.

Ketika konferensi pers berlangsung, pihak Kaspersky Lab juga memaparkan rahasia dan beberapa tips dalam bisnis untuk melindungi diri pribadi, perusahaan, dan bertahan hidup dari cyber security.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini