Ransomware, Trik Penjahat Cyber Raup Uang

Arsan Mailanto, Jurnalis · Selasa 11 Oktober 2016, 09:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 11 207 1511404 ransomware-trik-penjahat-cyber-raup-uang-4jElYn7eLV.JPG Seongsu Park, Senior Security Research & Analysis Team APAC, Kaspersky Lab (Foto: Arsan/Okezone)

JAKARTA - Ransomware merupakan cara yang dilakukan penjahat cyber untuk memperoleh uang dengan cara menahan data milik pengguna. Bisa menarget melalui perangkat PC, penjahat cyber kemudian bisa meminta uang tebusan.

“Jadi mereka bisa mengambil passion melalui proses sistem dan meminta atau mendapatkan beberapa uang tebusan yang sangat besar kepada perusahaan akibat telah terkena infeksi ransomware dari pelaku penjahat siber,” ungkap Seongsu Park, Senior Security Research & Analysis Team APAC, Kaspersky Lab.

Menurutnya, penjahat cyber bisa masuk ke web server dan menyebarkan ransomware pada perangkat PC. Lalu, penjahat cyber itu mencuri data penting perusahaan.

Seongsu menyampaikan, dalam kasus pelanggaran perusahaan harus investasi banyak hal salah satunya solusi, pakai solusi keamanan. Solusi sangat umum, maka perlu investasi atau bentuk tim khusus untuk fokus pada keamanan.

“Saya berpikir bahwa Anda dapat menghindari serangan ransomware jika secara cerdas menggunakan internet. Dengan beberapa cara rutin mengganti password yang sangat panjang dan karakter khusus ketika akan membuka situs aplikasi milik kalian secara berkala,” imbuhnya.

“Sebab data breaching hacker bisa mendeskripsi data. Hal ini cukup efisien dan banyak teknikal tools untuk menipu user, dan kita bisa rekomendasikan solusi dari berbagai jenis malware. Ini merupakan solusi terbaik, ketika beroperasi di dunia maya,” sambung dia.

(Seongsu Park, Senior Security Research & Analysis Team APAC, Kaspersky Lab (Foto: Arsan).

Serangan DDoS

"Jadi kita semua tahu dalam bisnis e-commerce kehandalan sistem itu penting. Sebab saat beberapa waktu saja sistem error, maka peluang untuk mendapatkan transaksi bisa hilang. Misalkan satu jam saja, sistem error, maka hilang kesempatan. Begitu juga saat sistem mati, maka banyak peluang yang tidak bisa kita dapatkan. Jadi ini mungkin untuk diserang,” urai Seongsu.

Dia mengingatkan, bahwa ada hacker group bernama DD4BC, yang biasa pakai DDoS mereka terkenal pakai ini, serang perusahaan, mereka akan meminta uang tebusan jika tak diberikan uang maka akan menyerang dan mematikan sistem.

“Namun sayangnya, beberapa perusahaan masih menganggap ini bukan hal besar, seperti omong kosong dan tidak paham akan sistem keamanan pada keselamatan perusahaan,” keluh Seongsu.

Kendati begitu, lanjutnya, sudah banyak juga yang sudah memakai beragam solusi terbaik untuk melindungi investasi perusahaan dengan cara 'interpres solutions ideal', dan 'secret solutions'. Menurutnya, ini tantangan besar bagi e-commerce.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini