"Kematian" Vine dan Kisah Para Kreator di Dalamnya

Aditya Gema Pratomo, Jurnalis · Jum'at 28 Oktober 2016 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 28 207 1526887 kematian-vine-dan-kisah-para-kreator-di-dalamnya-NWvfkwVKab.jpg Ilustrasi (foto:Shutterstock)

SAN FRANCISCO – Twitter secara resmi menghentikan dukungannya terhadap aplikasi berbagi video Vine. Penutupan ini tentu mengejutkan semua pihak, sebab Vine pernah menjadi salah satu aplikasi terpopuler.

Jika ditarik ke belakang, Vine pernah menjadi aplikasi yang paling digemari remaja pada 2014. Kala itu, Vine menjadi aplikasi yang memiliki fitur unik. Di Vine, video yang diunggah hanya memiliki durasi 6 detik.

Batasan waktu yang sempit di Vine membuat kreator harus berpikir keras dalam menciptakan konten menarik. Untungnya, konsumen suka konsep unik yang ditawarkan Vibe. Sebab, video dengan durasi yang singkat terlihat lebih lucu.

Berkat Vine, banyak kreator baru yang lahir. Beberapa di antaranya bahkan mendapat kontrak iklan dan film. Kreator seperti Lele Pons, King Bach, dan Jerome Jarre menjadi idola para remaja kala itu.

Seiring berjalannya waktu, Vine mulai ditinggalkan konsumen. Pasalnya, Vine dianggap tidak membantu para kreator untuk melakukan monetisasi. Kemudian, aplikasi kompetitor seperti Snapchat dan Instagram membuat beberapa fitur yang lebih menarik.

Kemunduran Vine juga diikuti hengkangnya sebagian besar kreator terkenal. Misalnya, Lele Pons yang pindah Youtube dan King Bach yang kini membintangi acara televisi.

Sementara Twitter berjanji bahwa website Vine akan tetap bisa diakses agar pengguna bisa melihat video-video yang telah diunggah sebelumnya.

"Terima kasih untuk semua pencipta luar sana. Terima kasih karena mengambil kesempatan di aplikasi ini. Terima kasih atas kontribusi Anda, dan tentu saja terima kasih kepada semua orang yang datang untuk menonton dan tertawa setiap hari," sebut pernyatan Twitter, sebagaimana dihimpun dari Bloomberg, Jumat (28/10/2016).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini