Founder Vine Tolak Rencana Penutupan

Aditya Gema Pratomo, Jurnalis · Jum'at 28 Oktober 2016 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 28 207 1527145 founder-vine-tolak-rencana-penutupan-JySIg2JuSt.jpg (foto: Vine)

SAN FRANCISCO - Rencana penutupan Vine oleh Twitter menuai reaksi keras dari sang pendiri. Melalui akun Twitternya, salah satu pendiri Vine Rus Yusupov memprotes keputusan tersebut.

Melalui sebuah tweet, Rus mengeluarkan pernyataan yang bernada protes. Tweet singkat tersebut bertuliskan "Jangan jual perusahaanmu!".

Sekadar informasi, Rus memulai Vine pada 2012 bersama dua temannya. Beberapa bulan kemudian, aplikasi berbagi video tersebut dibeli Twitter seharga USD30 juta.


Batasan waktu yang sempit di Vine membuat kreator harus berpikir keras dalam menciptakan konten menarik. Untungnya, konsumen menyukai konsep unik yang ditawarkan Vine. Sebab, video dengan durasi yang singkat terlihat lebih lucu.

Sejak diluncurkan pada 2013, Twitter tidak banyak memberikan dukungan bagi Vine. Twitter diketahui hanya memberikan sedikit data tambahan untuk aplikasi ini. Selain itu, para kreator Vine juga didukung dengan baik. Demikian sebagaimana dihimpun dari Techcrunch, Jumat (28/10/2016).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini