Teknologi Nuklir Mampu Identifikasi Keaslian Benda Cagar Budaya

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 10 November 2016 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 10 207 1538219 teknologi-nuklir-mampu-identifikasi-keaslian-benda-cagar-budaya-beV9ZwVwW2.jpg Ilustrasi nuklir (Foto: Reuters)

SURABAYA – Kata nuklir membuat banyak pihak yang mendengarnya sesuatu yang mengerikan dan menakutkan, sebab nuklir memang dikenal sebagai senjata pemusnah massal dan penghancur peradaban.

Padahal, teknologi nuklir di tangan para ahlinya bisa untuk mengidentifikasi sebuah peradaban yang telah punah. Hal tersebut seperti yang dilakukan tiga peneliti yakni pakar nuklir dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Prof Samin Prihatin, pakar arkeometalurgi UGM Prof Timbul Haryono, dan peneliti Surabaya Johan Yan.

Setelah melakukan penelitian selama lima tahun, teknologi nuklir rupanya mampu untuk mengidentifikasi benda cagar budaya untuk diketahui apakah benda cagar budaya tersebut asli atau palsu.

“Penelitian pertama dilakukan pada Maha Nandi, arca lembu dari abad IX atau setidaknya abad X yang berukuran 30 cm,” terang Johan Yan di Surabaya, Kamis (10/11/2016).

Menurut Johan, ini merupakan penemuan yang pertama kalinya di dunia dengan memanfaatkan tenaga nuklir dalam mengidentifikasi benda cagar budaya. Dengan metode ini, identifikasi kandungan arkeometalurgi atau metal purba dari sebuah benda cagar budaya bisa dilakukan dalam waktu hanya 10 menit.

“Bila memakai metode konvensional dengan pemanfaatan bahan kimia C14, maka membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan,” ungkap Johan.

Lebih lanjut Johan menjelaskan, cara kerjanya dengan menyorotkan sejumlah neutron ke benda cagar budaya memakai alat spectrometer sinar X, yang saat ini hanya tersedia di kamar reaktor nuklir BATAN. Nantinya, semua data komposisi dari benda cagar budaya ini dapat teridentifikasi, terutama yang berbahan metal.

“Metode ini bisa mengantisipasi adanya pencurian benda cagar budaya yang biasanya dengan modus mengganti serupa namun, serta mencegah penipuan atau penjualan benda cagar budaya palsu,” tukasnya.

Hal senada juga dikatakan Prof Samin Prihatin. Ia mengakui metode tersebut merupakan hal yang relatif baru dan pertama kali di dunia teknologi nuklir. Ini akan mampu mendorong kalangan akademisi, terutama yang bergerak di bidang arkeologi untuk terus berinovasi dalam penggunaan nuklir untuk menyelamatkan dan melestarikan benda cagar budaya.

“Pemanfaatan teknologi nuklir ini sebelumnya hanya untuk uji lingkungan. Seperti menguji limbah padat, limbah cair dan lainnya. Tapi, sekarang teknologi nuklir bisa mengidentifikasi benda cagar budaya. Metode ini baru dilakukan pada arca Maha Nandi,” papar Samin.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini