Analisis Big Data Diperlukan untuk Perkembangan Ekonomi Kreatif

Kustin Ayuwuragil Desmuflihah, Jurnalis · Rabu 07 Desember 2016 18:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 12 07 207 1561299 analisis-big-data-diperlukan-untuk-perkembangan-ekonomi-kreatif-G7Hq7atO2r.jpg Analisis Big Data Diperlukan untuk Perkembangan Ekonomi Kreatif (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Muhammad Neil El Himam, Direktur ICT Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), mengatakan bahwa jejak data sangat diperlukan untuk meningkatkan industri ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

Hal tersebut dia sampaikan saat menjadi pembicara di acara Konferensi Big Data yang diselenggarakan di Auditorium BPPT, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2016). Bekraf yang ikut merangkul developer baik aplikasi maupun game mengakui bahwa data yang besar di Indonesia jika dikelola dengan baik maka akan berdampak besar bagi developer dan cara masyarakat memperoleh informasi.

"Data digital itu sudah sangat segmented. Jadi tidak mungkin ibu-ibu yang biasa melihat lipstik di YouTube akan disuguhi popok, misalnya. Data digital sangat segmented dan efisien, untuk itulah kita membutuhkan orang-orang yang bisa mengelola big data," kata dia.

Pada kesimpulannya, Neil mengatakan bahwa kebutuhan analisis big data untuk sektor ekonomi kreatif adalah untuk pengukuran baseline dan perkembangan ekraf, penyusunan kebijakan pengembangan, pengembangan SDM, investasi worthiness, evaluasi pada kebutuhan infrastruktur, riset pasar dan pendaftaran, perlindungan serta komersialisasi HKI.

Sekadar informasi, pengguna internet di Indonesia saat ini telah mencapai 83 juta dan merupakan keenam terbesar di dunia. Sementara itu, pengguna smartphone sendiri menyentuh 55 juta pada akhir 2015 silam. Neil berharap akan ada jurusan di perguruan tinggi yang khusus mempelajari data science dan big data di masa depan.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini