PERISKOP 2017: Teknologi VR & AR Diprediksi Akan Mendominasi 2017

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Senin 09 Januari 2017 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 09 207 1586721 periskop-2017-teknologi-vr-ar-diprediksi-akan-mendominasi-2017-NFqbx1tefF.jpg Ilustrasi VR. (Foto: Wired)

JAKARTA - Perkembangan teknologi terus melaju seiring dengan ketertarikan manusia akan hal-hal baru. Itu terlihat saat hadirnya teknologi realitas maya berjenis virtual reality (VR) ataupun augmented reality (AR). Sepanjang 2016, keduanya mampu menyedot perhatian masyarakat berkat penyajian visual yang tampak nyata.

Karena masih tergolong baru, seorang penggemar berat game bernama Rindradana Rildo sempat mengatakan bahwa virtual reality masih akan berkembang karena banyak hal yang berpotensi untuk dikesplorasi lebih jauh.

“Dalam konteks video game, VR menghadirkan gaming experience yang benar-benar baru dan ke depannya masih banyak potensi yang bisa dieksplorasi,” tutur pria yang akrab disapa Rindra tersebut.

Pendapat Rindra diamini oleh Head of Development of Serious Game Agate Studio, Aditia Dwipermana. Menurutnya di 2017 banyak produsen teknologi yang akan memamerkan produknya dengan basisi realitas maya. Beberapa perusahaan besar, diakuinya, akan mengeluarkan produk virtual reality seperti Daydream dari Google, hingga perangkat konsol PlayStation VR.

“Inovasi di bidang VR masih akan terjadi sepanjang 2017 karena beberapa perusahaan besar memiliki project VR masing-masing, seperti Google dengan Daydream, Intel dengan Project Alloy, Sony dengan Playstation VR, dan Microsoft dengan Hololens. Beberapa device VR dari beberapa perusahaan tersebut sudah rilis dan berpeluang untuk memiliki 'killer app' di 2017,” terang Rindra.

Heru Sutadi, Direktur Eksekutif dari ICT Institute juga memiliki pandangan serupa. Menurutnya karena masih tergolong baru, rasa penasaran masyarakat yang masih cukup tinggi akan teknologi augmented reality. Di samping keberadaan teknologi Big Data, AR akan masih akan merajalela di 2017.

”Augmented reality nampaknya akan terus berkembang termasuk juga kehadiran virtual reality. Hal-Hal baru ini tentu membuat pengguna penasaran dan ingin menggunakan teknologi tersebut. Teknologi Big Data juga akan banyak dipakai di 2017 mendatang, termasuk juga berkembangnya IoT (internet of things) dan juga financial technology,” papar Heru.

Di samping kepopuleran tenologi realitas maya, pertumbuhan dari internet of things (IOT) diprediksi akan terus berkembang dan meluas ke berbagai sektor. Seperti yang diungkap oleh Pengamat Multimedia dan ICT Teguh Prasetya.

“Tren 2017 tentunya selain makin marak lagi AR based application yang ada, juga akan semakin berkembang luasnya IOT di sektor kesehatan, manufaktur, rumah, kota maupun pertanian dan perkebunan,” ungkap Teguh kepada Okezone.

Memang tak bisa dipungkiri, saat ini salah satu produsen elektronik asal Korea Selatan telah menunjukkan keseriusannya di bidang tersebut. Samsung telah memproduksi beragam alat elektronik yang dapat terhubung satu sama lain dengan perangkat smartphone. Oleh karena itu, ioT bisa diakatakan akan semakin berkembang di masa yang akan datang.

Hanya saja dengan pemanfaatan teknologi yang semakin meluas, diperlukan pula sistem keamanan yang memadai. Menurut Chairman CISSReC Pratama Persadha sektor keamanan siber di tanah air masih akan terus berkembang terutama di sektor bisnis yang memiliki dampak lebih luas, seperti halnya penggunaan kartu ATM ke kartu chip.

“Di tanah air sendiri teknologi keamanan cyber masih akan terus berkembang, terutama di pemerintahan dan sektor bisnis. Meski ini tidak terlalu populer di masyarakat awam, namun penggunaannya sangat vital dan berdampak luas,” demikian kata Pratama.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini