Smartfren Tertarik Ikut Lelang Frekuensi 2,3 GHz

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Selasa 17 Januari 2017, 15:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 01 17 54 1593650 smartfren-tertarik-ikut-lelang-frekuensi-2-3-ghz-iA2JHh3m4N.jpg Base Transceiver Station. (Foto: EDN)

JAKARTA – Lelang frekuensi 2,3 GHz yang akan dilakukan pemerintah disambut oleh salah satu operator Tanah Air. Smartfren telah mengungkapkan ketertarikannya untuk ikut dalam lelang tersebut.

VP Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, mengungkapkan bahwa pihaknya berniat mengikuti lelang ini.

"Minat lah, masak enggak," katanya saat ditemui pada acara perkenalan teknologi Massive MIMO di Tangerang, Senin 16 Januari 2017.

Hanya, menurut Munir, Smartfren akan mempertimbangkan terlebih dahulu frekuensi yang telah ada dan dimiliki saat ini. Pihaknya akan menimbang kembali apakah masih dibutuhkan penambahan atau tidak.

Dari 30 MHz yang kosong saat ini, diketahui terdapat 15 MHz frekuensi yang akan dilelang oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Tambahan frekuensi tersebut dikhususkan bagi operator yang telah ada saat ini, termasuk Smartfren.

Nantinya frekuensi di 2,3 GHz tersebut dapat digunakan untuk menyiarkan jaringan di kecepatan 3G maupun 4G.

Saat ini diketahui bahwa pengguna 4G milik Smartfren memiliki jumlah sebanyak 4 juta pelanggan aktif. Sementara komposisi dari total penggunanya terdiri dari 80% pelanggan 4G dan 20% CDMA.

Adapun terkait pelanggan yang masih bertahan di jaringan CDMA, tutur Munir, akibat pengguna yang berasal dari generasi yang lebih tua. Hal itu karena di generasi tersebut masih banyak yang menggunakan feature phone dengan alasan karena lebih gampang digunakan.

Namun pihaknya berharap pelanggan di jaringan CDMA tersebut dapat beralih ke jaringan yang lebih modern saat ini karena terbebani perawatan yang harus ditanggungnya.

Sementara pihak Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Dr Ir Ismail, M.T, mengakui bahwa kini pihaknya masih belum menggodok prosedur pelelangan sehingga belum dapat ditentukan waktu pelelangan tersebut.

Namun, ia sempat membocorkan mengenai kriteria operator yang menjadi prioritas dalam proses lelang. Salah satunya ialah dari segi harga penawaran.

“Prosedur lelangnya belum selesai dibahas, tapi yang jelas lelang ada kriterianya, salah satunya adalah penawaran harga frekuensi tersebut,” ujarnya ketika dihubungi Okezone, Selasa (17/1/2017).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini