Share

Dukung Pelaku Fintech, BI Godok Regulatory Sandbox

Kustin Ayuwuragil Desmuflihah, Jurnalis · Kamis 19 Januari 2017 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 19 207 1595563 dukung-pelaku-fintech-bi-godok-regulatory-sandbox-5f9HUupx9Z.jpg (Foto: Kustin Ayuwuragil Desmuflihah/Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia pada November 2016 secara resmi mengumumkan Fintech Office untuk memenuhi tuntutan industri e-commerce di Indonesia. Safari Kasiyanto, dari Fintech Office Bank Indonesia hari ini mengungkapkan bahwa BI masih dalam tahap mengerjakan regulatory sandbox.

Sekadar informasi, Regulatory sandbox diberlakukan agar pelaku Fintech, yang kebanyakan adalah perusahaan startup dengan skala kecil, mendapatkan kesempatan untuk mematangkan konsep dan berkembang dengan sehat serta pada waktunya mampu menyediakan layanan finansial yang aman kepada masyarakat.

Kebijakan tersebut merupakan upaya regulator untuk mengikuti inovasi yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat. "Kami mau bikin regulatory sandbox di mana pelaku-pelaku yang punya produk inovatif itu bisa menjajal barangnya, lalu kami yang uji. Kalau dia oke, perlindungan konsumen oke, tidak menyalahi perundangan dan hukum, memenuhi kriteria BI, OJK segala macam, baru setelah kami anggap dia ready, kami launch," ujar Safari pada Okezone, Kamis (19/2017).

"Ceritanya, kami tidak bisa menghambat inovasi, seperti Gojek, Tokopedia karena manfaatnya sangat besar untuk masyarakat. Sementara itu, kami ini kan sifatnya regulator based yang masih ketinggalan dan ketat. Nah, sekarang kami sebagai regulator ingin mengubah mindset dengan menggunakan new approach, kami ingin lebih engage mereka dengan bikin forum tetapi harapannya dengan menekankan prinsip kehati-hatian, mitigasi risiko, perlindungan konsumen juga tetap diperhatikan," sambungnya.

Untuk sekadar dicatat, regulatory sandbox sudah digunakan oleh negara-negara lain. Singapura bahkan Bank Dunia menilai bahwa regulasi ini penting untuk memastikan inovasi bersifat aman dan nyaman serta efisien untuk digunakan bertransaksi secara digital.

Selain regulatory sandbox, Bank Indonesia juga telah mengeluarkan peraturan mengenai penyelenggaraan transaksi pembayaran, melalui Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Peraturan untuk mendukung pelaksanaan pembayaran transaksi e-commerce yang lebih aman dan efisien.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini