Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Mengapa Vlog Mulai Ngetrend di Media Sosial

Kustin Ayuwuragil Desmuflihah, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2017 16:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 01 25 207 1600774 alasan-mengapa-vlog-mulai-ngetrend-di-media-sosial-lHs90JPftz.jpg Foto: Shutterstock

JAKARTA -  Setelah tren blogging, kini netizen dunia sedang marak membuat vlog alias video blogging. Vlog adalah blog yang berbentuk video yang biasanya berseri dengan dukungan gambar, teks, dan metadata lainnya.

Vlogging dilakukan netizen biasa hingga artis dan tokoh populer di media sosial. Putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, adalah salah satu di antara nama vlogger yang vlog-nya kerap menjadi trending di YouTube.

Tetapi apa sebenarnya yang membuat vlog mulai digemari? Untuk menjawab pertanyaan ini, Okezone berbincang dengan pengamat media sosial, Nukman Luthfie, pada Rabu (25/1/2017).

Menurut Nukman, vlog sebenarnya seperti televisi yang merupakan media komunikasi yang paling nyaman disajikan. Konten dengan audio visual bisa memuaskan lebih banyak panca indra daripada media berdasarkan teks, gambar, atau suara saja.

“Sekilas dia ngetren jadi yang dulu bikin blog dengan teks dan gambar, sekarang mereka lebih nyaman dalam bentuk audio visual pendek-pendek yang biasanya berseri. Tempatnya di YouTube daripada medsos yang lain. Kenapa? Karena di sana pengguna itu bisa menemukan konten apa pun. Tidak seperti di medsos lainnya,” jawabnya.

Kendati demikian, hampir semua media sosial sebenarnya juga bergeser pada konten audio visual. Facebook memiliki Live, begitu pula dengan Instagram Live yang baru mulai hadir di Indonesia pekan ini. Twitter memiliki Periscope, sementara Snapchat memang telah memiliki konten video pendek.

Sayangnya, Nukman memperkirakan bahwa akan sulit bagi media sosial lain untuk mengungguli situs berbagi video milik Google tersebut. “Paling yang agak bisa menjadi tandingan Facebook, tetapi tetap masih jauh dari YouTube,” terusnya.

Ia juga melanjutkan bahwa setidaknya YouTube memungkinkan produser video untuk memonetisasi konten yang dibuatnya. “YouTube paling gampang untuk monetisisasi dari awal karena memang sudah dituntut begitu. Sedangkan di Instagram dan Facebook tidak seperti itu. User tidak dapat uang. Kalau Youtuber bisa dapat,” papar Nukman.

Sekadar informasi, Youtuber juga bisa mendapatkan endorsement dari produk tertentu untuk ditampilkan di konten vlog mereka. Untuk itu, timbul wacana untuk menarik pajak dari para tokoh media sosial yang mendapatkan penghasilan dari sana.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini