Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hal yang Harus Diperhatikan jika Ingin Jadi Vlogger Indonesia

Kustin Ayuwuragil Desmuflihah, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2017 18:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 01 25 207 1600925 hal-yang-harus-diperhatikan-jika-ingin-jadi-vlogger-indonesia-Vr0XV90Wpi.jpg Foto: Shutterstock

JAKARTA – Apakah Anda tertarik menjadi vlogger? Vlogger seperti halnya blogger membagikan hal tentang apa pun dalam video yang mereka unggah ke media sosial. Meski terkesan simpel, tak sedikit vlogger mengambil keuntungan dari vlog mereka.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Anda ingin menjadi vlogger di Indonesia. Menurut pengamat media sosial, Nukman Luthfie, selain harus menuruti peraturan Youtube Anda juga menaati UU ITE dan Undang-Undang lain yang berlaku di Indonesia.

“Buat apa diatur-atur, cukup ikut aturan yang di Youtube. Kalau di Indonesia jangan sampai melanggar UU ITE, pornografi, dan Undang-Undang lainnya. Selain itu etika ya yang positif. Ada etika yang harus dipatuhi vlogger baik di online maupun offline. Cukup itu saja dipatuhi,” paparnya.

Seperti diketahui, revisi UU ITE juga baru saja selesai diberlakukan pada akhir November 2016. Empat poin barunya antara lain adalah penambahan pasal hak untuk dilupakan atau 'the right to be forgotten', penambahan ayat baru tentang hak pemerintah untuk menghapus dokumen elektronik yang terbukti menyebarkan informasi melanggar Undang-Undang.

Perubahan ketiga adalah mengenai tafsir Pasal 5 mengenai dokumen elektronik sebagai bukti hukum yang sah di pengadilan di mana dokumen elektronik yang diperoleh dari penyadapan tidak bisa digunakan sebagai bukti. Sedangkan perubahan terakhir adalah menyangkut pemotongan masa hukuman dan denda yang awalnya paling lama 6 tahun menjadi 4 tahun.

Lebih lanjut, vlogger juga punya tantangan yang perlu dihadapi agar channel-nya sukses dan bahkan bisa dimonetisasi. “Harus produktif, kontennya dipikirkan supaya bagus dan dapatkan banyak follower. Namanya sosial media pasti ada persaingan antar-channel jadi kalau ingin mulus jalannya ya buat konten yang bagus agar menarik banyak follower,” tutup Nukman saat berbincang dengan Okezone, Rabu (25/1/2017).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini