Developer Kumpul dalam Ajang Mobile Innovation di Jakarta

Kustin Ayuwuragil Desmuflihah, Jurnalis · Kamis 26 Januari 2017 12:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 01 26 207 1601492 developer-kumpul-dalam-ajang-mobile-innovation-di-jakarta-AIR4T6adVO.jpg (Foto: Kustin Ayuwuragil Desmuflihah/Okezone)

JAKARTA - Global Mobile App Summit and Awards (GMASA) 2017 untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga hadir untuk membuka ajang mobile innovation yang digelar di Balai Kartini, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2017) tersebut.

Acara yang dihadiri developer ini digelar setelah diselenggarakan di China dan India. Indonesia disambangi karena telah menjadi pasar smartphone ketiga terbesar di Asia Pasifik. Apalagi, perkembangan bisnis startup juga mulai tumbuh pesat di Tanah Air.

Jakarta menjadi kota keempat setelah Bangladesh, Bangkok dan Bungalore. "Kami sangat bersemangat untuk membawa GMASA ke Indonesia untuk pertama kalinya karena kami menyadari potensi besar negara ini dengan pengguna smartphone yang diperkirakan akan tumbuh dengan cepat sejalan dengan seluruh perkembangan ekonomi di perkembangan ekonomi terbesar Asia Tenggara," ujar Venkatesh, Founder dan Chairman GMASA.

Lebih lanjut ia mengatakan, perkembangan jaringan 4G dan smartphone murah membuat 100 juta populasi mendapat akses internet dengan 40 persen penetrasi. "Penetrasi ini jika dibandingkan dengan besarnya populasi pemuda sangat menjanjikan bagi Indonesia terutama untuk mendukung gaya hidup digital dan memberikan dampak pada industri beragam terutama startup," papar Venkatesh.

Ahmad M. Ramli, Dirjen Penyelenggaraan Pos & Informatika (PPI) dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran ajang ini di Indonesia. Dia mengatakan bahwa selain inovasi, penting untuk menjaga keamanan hak cipta pemilik platform dan aplikasi.

"Saya ingin mengatakan dalam kesempatan ini bahwa Indonesia memiliki safe harbour. Regulasi ini melindungi masyarakat agar bisa kreatif, mendapatkan uang dari hobi tetapi jangan melupakan keamanan dan hak cipta," ujarnya dalam pembukaan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini