Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deretan Perusahaan Teknologi yang Pernah Tersandung Dugaan Monopoli

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Rabu 15 Februari 2017 14:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 02 15 207 1619067 deretan-perusahaan-teknologi-yang-pernah-tersandung-dugaan-monopoli-wyViqIC1lJ.jpg Ilustrasi. (Foto: The Atlantic)

JAKARTA - Faktor dominasi dalam sektor bisnis memang bisa termasuk dalam praktik monopoli. Tindakan tersebut dapat merugikan perusahaan lainnya yang ingin mengembangkan bisnis di ranah yang sama.

Dalam sektor teknologi, beberapa perusahaan sempat dilaporkan terjerat dugaan monopoli seperti Microsoft, Qualcomm, Apple, bahkan Google. Seperti apa kasusnya? Berikut ulasan yang dirangkum Okezone, Rabu (15/2/2017).

Microsoft

Perusahaan asal Redmond, Amerika Serikat, ini pernah dituding oleh Kaspersky karena dugaan monopoli. Microsoft dituding telah menghalangi kehadiran software antivirus pihak ketiga yang terpasang di sistem operasi Windows.

Microsoft disebut akan mengarahkan pengguna untuk menggunakan antivirus Windows Defender buatannya sendiri. Kaspersky, merupakan perusahaan pembuat antivirus yang melaporkannya ke pihak Uni Eropa dan otoritas Rusia.

Qualcomm

Pada 28 Desember 2016, Qualcomm dilaporkan mendapat denda sebesar USD853 juta (Rp11,3 triliun) dari otoritas Korea Selatan karena dianggap melakukan tindakan monopoli pasar terkait negosiasi dengan perusahaan setempat.

Qualcomm dituduh telah menyalahgunakan posisi pasar yang dominan dengan memojokkan pasar ponsel Korea Selatan dan modem Snapdragon.

Apple

Apple dituduh melakukan monopoli aplikasi yang terdapat pada sistem operasi miliknya, iOS. Gugatan yang diajukan pada 2011 dikatakan mengenai kewajiban pengembang untuk menjual aplikasinya secara eksklusif di App Store.

Hal itu berarti, Apple tak mengizinkan para pengembang untuk menjual aplikasi miliknya di toko aplikasi pilihan. Apple akan mengambil keuntungan sebanyak 30% jika pengembang berniat menjualnya ke toko aplikasi lain.

Google

Komisi Anti-Monopoli Rusia mendenda Google sebanyak USD6,75 juta atau sekira Rp88 miliar. Hukuman ini diberikan setelah Google terbukti bersalah karena melanggar peraturan anti-monopoli di negara tersebut.

Google dikatakan memaksa para produsen smartphone untuk memasang aplikasi miliknya secara default. Atas tindakan tersebut perusahaan asal California ini dianggap melakukan praktik monopoli aplikasi di smartphone Android.

Praktik ini tercium setelah kompetitor Google di Rusia, Yandex, mengajukan gugatan ke pengadilan pada 2015.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini