Penerapan Cashless Society Dimulai dari Perkotaan

Aditya Gema Pratomo, Jurnalis · Kamis 23 Februari 2017 21:41 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 23 207 1626690 penerapan-cashless-society-dimulai-dari-perkotaan-aBqtaDa2wb.jpg (foto: Okezone)

JAKARTA - Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) telah dicanangkan oleh Bank Indonesia pada 14 Agustus 2014. Gerakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan alat pembayaran nontunai. Namun, advisor untuk industri jasa keuangan dari Delloitte Consulting, Erik Koenen, menyebut masyarakat Indonesia masih belum siap mengadopsi sistem nontunai.

Dijelaskan oleh Erik, penerapan konsep nontunai dinilai masih jauh dari harapan. Namun, ia yakin bahwa dalam 10 tahun ke depan, uang tunai tidak banyak beredar di masyarakat.

"Sangat sulit untuk menerapkan sistem cashless. Saran saya perbaiki dulu regulasi Fintech di Indonesia," paparnya di acara IT Summit 2017 MNC Group, Kamis (23/2/2017).

Ia melanjutkan bahwa sebaiknya pemerintah melakukan literasi finansial kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan untuk memasyaratkan kemudahan melakukan transaksi secara digital. "Mungkin sebaiknya diterapkan di masyarakat perkotaan terlebih dahulu, selanjutnya baru melanjutkan ke masyarakat di pedesaan," lanjutnya.

Sebagai informasi, jumlah fintech di Indonesia berdasarkan data di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berkisar 600 fintech. Dari jumlah tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima laporan dari 157 fintech. Namun belum keseluruhannya diverifikasi oleh OJK.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini