Jumlah Unduhan Aplikasi Fintech Meningkat 59% di Q4 2016

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Jum'at 10 Maret 2017 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 10 207 1639260 jumlah-unduhan-aplikasi-fintech-meningkat-59-di-q4-2016-0qSCDXNQ5l.jpg Ilustrasi. (Foto: Enterpreneur)

JAKARTA - Semakin mudahnya akses internet ke tangan Anda, penerapan teknologi berbasis digital pun akan turut terdorong untuk memodernisasi sistem konvensional yang selama ini digunakan.

Salah satu proses digitalisasi yang telah terbilang sukses diterapkan ialah transportasi online. Meski masih memiliki polemik seputar payung hukumnya, keuntungan dari transportasi online sendiri telah mulai dirasakan oleh masyarakat.

Sementara di sektor keuangan, keuntungan dari sistem digital juga mulai dirasakan dengan munculnya penerapan sistem keuangan berbasis digital yang dinamakan financial technology atau fintech.

Berdasarkan data Store Intelligence yang dimiliki lembaga riset pasar Sensor Tower, jumlah unduhan aplikasi berbasis fintech telah mengalami peningkatan sebesar 59% di kuartal akhir (Q4) 2016 secara year-over-year di Amerika Serikat.

Peningkatan tersebut dipantau berdasarkan dua toko aplikasi yang paling banyak digunakan yakni App Store dan Google Play. Dua jenis aplikasi yang paling banyak diunduh tersebut yakni peer-to-peer payment dan aplikasi investasi.

Keduanya masing-masing menyumbang peningkatan sebesar 78% dan 84%. Adapun 10 aplikasi teratas yang paling banyak diunduh ialah Credit Karma, Paypal, Venmo, Square Cash, Mint, Stash Invest, Xoom Money Transfer, Acorns, EveryDollars, dan Robinhood.

Jika dijumlahkan, semua aplikasi tersebut telah diunduh sebanyak 11 juta kali di kuartal keempat (Q4) 2016. Peningkatan tersebut tentunya akan semakin tumbuh di kawasan lain yang tergolong dalam negara berkembang.

Di Indonesia sendiri, saat ini diperkirakan telah ada 150 fintech yang telah terdaftar. Hal itu diungkap oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Rudiantara, yang juga mendorong sistem penbankan konvensional untuk beralih ke fintech.

"Sekarang ada kurang lebih 150 fintech yang terdaftar. Kalau consumer banking tidak beradaptasi sudah pasti kalah," ungkap pria yang akrab disapa Chief RA tersebut, Jumat 3 Maret 2017.

Peningkatan sistem perbankan berdasarkan digital sendiri telah diprediksi oleh pengamat teknologi dari ICT Institute, Heru Sutadi. Menurutnya, tren fintech masih akan populer pada 2017 ini yang dibarengi dengan tren e-commerce.

"Sekarang tergolong sedang demam startup fintech. Aplikasi yang membantu masyarakat, atau mendigitalkan layanan manual selama ini. E-commerce juga akan semakin ramai," ungkap pria yang menjabat sebagai Direktur ICT Institute tersebut.

Oleh karena itu, penerapan fintech sendiri mulai disadari oleh pemangku kepentingan. Hanya saja pemerintah perlu menjawab keraguan masyarakat soal sistem keamanannya, agar tak mudah diserang peretasan di kemudian hari.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini