Kilatan Misterius di Galaksi yang Jauh Diklaim Pesawat Alien

Dini Listiyani, Jurnalis · Selasa 14 Maret 2017, 05:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 13 56 1641647 kilatan-misterius-di-galaksi-yang-jauh-diklaim-pesawat-alien-08DBewTuoP.jpg (Foto: Mirror)

CALIFORNIA - Kilatan energi misterius terlihat di galaksi yang jauh diklaim bisa menjadi pesawat luar angkasa milik alien. Hal tersebut dipaparkan oleh para ahlii.

Fast Radio Bursts (FRB) merupakan pulse radio intens yang berlangsung tidak lebih dari 1 milidetik. Sejak penemuan mereka pada 2007, kurang dari 2 lusin telah terdeteksi oleh teleskop radio terbesar di dunia dan asal mereka belum juga diketahui.

Para astronom tahu hampir tidak ada penjelasan tentang mereka selain muncul di galaksi yang sangat jauh. Sekarang tim ilmuwan Amerika Serikat (AS) telah mengajukan usulan serius yang FRB yang kemungkinan bisa menjadi bukti itu alien.

Mereka percaya, semburan membocorkan energi dari pemancar powerful tak terbayangkan mampu mengirim lampu raksasa kapal layar di perjalanan antarbintang.

Profesor Avi Loeb dari Harvard-Smithsonian Centre untuk Astrophysics mengatakan, "Semburan radio cepat yang sangat terang memberikan durasi pendek dan asal pada jarak yang besar, dan kami belum mengidentifikasi kemungkinan sumber alami dengan keyakinan apa pun."

Dalam sebuah studi baru, Prof Loeb dan rekan Harvard Dr Manasvi Lingham melihat pembangunan pemancar radio cukup kuat untuk terdeteksi melintasi jarak yang sangat besar tersebut.

Mereka menyimpulkan bahwa sistem bertenaga surya akan menghasilkan jumlah yang diperlukan energi jika digunakan seluas dua kali ukuran Bumi untuk menangkap sinar Matahari. Pendinginan air pada skala raksasa akan diperlukan untuk mencegah pencairan struktur dasar.

Akan tetapi muncul pertanyaan, mengapa sulit membangun instrumen tersebut sejak awal? Penjelasan paling mungkin menurut pendapat ilmuwan adalah untuk mengarahkan layar cahaya antarbintang.

Layar cahaya menggunakan tekanan jumlah kecil dari tekanan yang diberikan oleh cahaya untuk menghasilkan yang kecil, tapi akselerasi berkelanjutan dari waktu ke waktu memungkinkan pesawat luang angkasa mencapai kecepatan hebat.

Tingkat energi yang bertanggung jawab untuk FRB akan cukup untuk mendorong muatan seberat 1 juta ton atau sekira 20 kali massa kapal pesiar terbesar di Bumi.

"Itu cukup besar untuk membawa penumpang yang tinggal di jarak antar atau bahkan intergalaksi," kata Prof Lingam.

Transmitter perlu fokus pada sinar di layar cahaya secara terus-menurus. Tapi pengamat di Bumi hanya akan melihat kilatan singkat karena kapal layar dan planet inangnya, bintang, dan galaksi semua bergerak relatif terhadap manusia. Akibatnya, sapuan sinar di langit dan Bumi hanya berlangsung sepersekian detik. Demikian sebagaimana dilaporkan Mirror, Selasa (14/3/2017).

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini