Science Corner: Berkenalan dengan Semut Zombi

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 03 April 2017 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 03 56 1657929 science-corner-berkenalan-dengan-semut-zombi-69grk7Dtjl.jpg Berkenalan dengan Semut Zombi (Foto: BBC Indonesia)

GUYANA - Apa yang ada di bayangan Anda jika mendengar kata Zombi. Pasti Anda akan terbayang dengan cerita fiksi mengenai mayat hidup pemakan daging yang ganas.

Namun siapa yang sangka, di dunia ini ternyata ada kasus Zombi, namun ini terjadi pada tanaman dan hewan.

Perilaku ini berubah secara drastis oleh suatu infeksi atau parasit. Bahkan, sejumlah fosil menunjukkan bahwa semut zombi telah ada di bumi 48 juta tahun lalu.

Semut zombi

Beberapa tahun lalu, Matt Fisher melakukan penelitian di hutan lebat Guyana Perancis ketika ia menemukan pemandangan mengerikan.

"Kami menemukan kadaver serangga yang dihinggapi parasit, memanjat suatu tanaman, dengan semacam struktur dengan kantung spora mencuat dari kepala mereka," ia mengenang.

Pria yang memiliki profesi seorang pakar epidemiologi penyakit fungi di Imperial College London itu langsung mengenali makhluk tersebut.

Mereka disebut bangkai semut "zombi" - serangga yang terinfeksi parasit jamur yang mengendalikan tubuh dan pikiran mereka, membuat mereka memanjat tanaman tempat mereka hidup.

Ketika mereka mati, spora fungi jatuh dan menghujani semut lain di bawah sehingga menyebarkan penularan lebih luas lagi.

Semut-semut ini mengaitkan tubuh mereka ke tanaman dalam penularannya. Kadang-kadang, mereka berpegangan dengan rahang mereka yang mencengkeram kuat. Lalu mereka mati tanpa melepaskan kertak itu.

Kelompok fungi yang dapat melakukan ini termasuk dalam genus Ophiocordyceps. Setelah terinfeksi, semut zombi akan merangkak ke lokas tertentu yang ditentukan spesies fungi yang telah 'memangsanya' itu.

Mungkin jenis yang paling terkenal, Ophiocordyceps unilateralis, mendorong inangnya untuk mengakhiri hidup mereka bertengger di bawah sehelai daun.

Sedangkan semut yang telah takluk pada Ophiocordyceps australis akan mati di serasah hutan.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini