Mengenal Sistem Keamanan Biometrik pada Smartphone

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Selasa 04 April 2017 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 04 207 1658296 mengenal-sistem-keamanan-biometrik-pada-smartphone-Gk6TtH8Pyc.jpg (Foto: Ubergizmo)

JAKARTA - Guna menghindari adanya pencuri yang masuk ke dalam rumah, tentunya Anda harus memerhatikan sistem keamanan yang terpasang di luar rumah seperti pagar yang terkunci, terpasang CCTV, hingga penjagaan oleh security.

Begitu pun dengan sebuah perangkat smartphone. Bedanya, di smartphone Anda akan menggunakan sistem keamanan digital berupa password, pola, maupun PIN. Namun dengan berkembangnya teknologi, kini sistem keamanan telah lebih canggih.

Tangan, mata, bahkan struktur wajah Anda kini telah bisa digunakan untuk membuka kunci keamanan di smartphone. Teknologi itu disebut sebagai sistem keamanan biometrik. Lantas apa itu biometrik?

Dikutip dari Wired, Selasa (4/4/2017), biometrik berkaitan dengan teknologi yang melakukan dua tugas di sistem keamanan yakni mengidentifikasi dan autentikasi identitas seseorang. Pengidentifikasian dilakukan dengan menggunakan bagian tubuh manusia yang menjadi ciri khas.

Sebagaimana diketahui, pola sidik jari dan iris mata merupakan bagian tubuh yang hanya dimiliki satu orang. Oleh karena itu, tak semua orang memiliki sidik jari dan iris mata yang sama.

Wired mencatat bahwa sistem keamanan dengan teknologi biometrik di smartphone, pertama kali diperkenalkan oleh Apple dengan menyematkan pemindai sidik jari di tombol home iPhone pada 2013. Setelah itu muncul beragam merek ponsel yang turut menyematkan sistem serupa.

Setelah pemindai sidik jari mulai banyak diterapkan oleh sebagian besar produsen smartphone, Samsung kemudian memperkenalkan pemindai iris mata di 2016.

Galaxy Note 7 merupakan smartphone pertama Samsung yang menggunakan teknologi iris scanner di dalamnya. Dengan melihat ke arah sensor, layar Note 7 secara otomatis akan terbuka. Sayangnya sebelum benar-benar dirasakan oleh pengguna, Galaxy Note 7 terpaksa harus ditarik karena masalah pada baterai.

Samsung kemudian mencoba membawa kembali sistem keamanan biometrik terbaru. Pemindai wajah atau disebut face recognition menjadi fitur baru di era smartphone masa kini. Sistem keamanan tersebut kini hadir di Galaxy S8 dan S8 Plus.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini