Eksploitasi Besar-besaran, Binatang Langka di Dunia Terancam Punah

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Rabu 19 April 2017, 07:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 18 56 1670855 eksploitasi-besar-besaran-binatang-langka-di-dunia-terancam-punah-0b0CygA2Jz.jpg Eksploitasi Besar-besaran, Binatang Langka di Dunia Terancam Punah (Foto: Mail Online)

JAKARTA - Hampir setengah dari aset alam yang paling berharga di dunia terancam oleh perdagangan satwa liar. Perburuan, pembalakan liar, memancing, dan perdagangan spesies langka yang merusak Situs Warisan Dunia, dari Tanzania Serengeti National Park, ke Great Barrier Reef.

Situs yang ditujukan untuk kepentingan mereka dengan alam, sedang meningkat akibat ancaman dari tangan manusia. Meski amanat tersebut sudah Sesuai dengan konservasi World Wildlife Federation (WWF).

Perburuan spesies seperti gajah, badak, dan harimau telah dilaporkan dalam 43 situs Warisan Dunia, sementara pembalakan liar tanaman berharga seperti rosewood dan ebony telah dilaporkan di 26 tempat yang ditunjuk.

Illegal fishing telah dilaporkan 18 dari 39 di dunia kelautan dan situs Warisan Dunia pesisir. Laporan dari situs Asia dan Amerika Latin mengungkapkan pemanenan spesies yang dilindungi di bawah hukum internasional, dari macan tutul salju ke trenggiling bersisik atau trenggiling juga merupakan masalah yang signifikan dan terjadi di sekitar setengah dari Afrika.

"Perdagangan satwa liar ilegal merampas warisan alam dunia, mengancam masyarakat lokal dan menghambat upaya global untuk mengurangi kemiskinan," kata Inger Andersen, direktur umum dari Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (18/4/2017).

Di beberapa daerah, seperti Taman Nasional Ujung Kulon di Indonesia, mereka adalah perlindungan terakhir untuk spesies terancam punah seperti Badak Jawa.

Hilangnya spesies dan habitat melalui kegiatan ilegal seperti pembalakan juga mengancam layanan situs Warisan Dunia memberikan kepada orang-orang lokal, dari pekerjaan pariwisata untuk air bersih, sementara deforestasi memiliki dampak pada planet secara keseluruhan dengan meningkatkan emisi karbon.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini