Naungi Tiga Startup, Alamanda Shantika Kembangkan Hacker Space

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Jum'at 21 April 2017, 16:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 04 21 207 1673533 naungi-tiga-startup-alamanda-shantika-kembangkan-hacker-space-yauPsraIbg.jpg Alamanda Shantika (Foto: Tachta Citra Elfira/Okezone)

JAKARTA - Siapa yang tak kenal Alamanda Shantika. Sosok wanita itu menarik perhatian karena karirnya selalu bersangkutan dengan bidang teknologi di Indonesia. Perempuan yang akrab disapa 'Ala' itu belum lama ini meluncurkan BINAR Academy di Yogyakarta. Ia tahun ini berencana akan mengembangkan hacker space.

BINAR sendiri adalah sebuah kursus berbasis pemrograman web front-end, back-end, pemrograman mobile dan desktop, dengan kursus dalam ilmu data dan pemasaran digital. Kursus gratis tersebut dijalankan bagi lulusan baru universitas.

"Sekarang aku lagi fokus di BINAR, memang belum banyak yang tahu, karena baru bikin sebulan di Januari dan rilis Maret. Jadi aku berangkat dari problem di 1000 Startup, sekarang anak-anak sudah bisa buat ide startup-nya apa, tetapi kemudian yang kurang adalah orang yang mengeksekusi itu, sekarang talent engineering itu masih kurang, makanya dulu Go-Jek juga ambil di India. Makanya aku adain Binar Academy untuk mempercepat pertumbuhan talent di Indonesia," jelas Alamanda kepada Okezone pada acara “Challenger Spirit Perempuan Indosat Ooredoo dalam Membangun Bangsa Digital” di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Sebelumnya, Ala pernah menjadi bagian di perusahaan Go-Jek dengan menjadi Vice President. Selain BINAR, kini ia lebih memilih mengembangkan startup miliknya yaitu NAMAS Studio dan Pijar Imaji.

Sejak kecil perempuan asli Jakarta itu memang sudah menyukai dunia matematika. Setelah menempuh pendidikan di Binus University tahun 2010 dengan gelar ganda (double degree) jurusan IT dan Matematika, ia mencoba peruntungan di sejumlah perusahaan seperti e-commerce.

Tidak hanya menyediakan pendidikan informal, BINAR juga memiliki ruang hacker, laboratorium penelitian untuk pengembangan produk dan platform manajemen bakat. Kurikulum BINAR bertujuan untuk menjembatani antara apa yang didapat di universitas dengan apa yang dibutuhkan di lapangan kerja.

"Rencananya aku memang mau menyediakan hacker space di kota-kota besar Indonesia yang dianggap punya potensial. Aku berharap banget, pada akhirnya ekonomi di setiap kota Indonesia akan meningkat," tutup Ala.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini