Menilik Pasar Tablet Dunia hingga saat Ini

Menilik Pasar Tablet Dunia hingga saat Ini

(Foto: The Verge)

JAKARTA – Pasar tablet terus menyusut di seluruh dunia. Awal 2017, menandai kuartal ke-10 ketika pengiriman perangkat itu turun dari tahun ke tahun.

Perusahaan riset IDC mengatakan bahwa pengiriman kuartal pertama 2017 berada di 36,2 juta, turun 8,5% dari waktu yang sama pada 2016. Kuartal pertama pengiriman memuncak kembali pada 2014, saat 50,4 juta tablet dikirim ke pasar secara global.

IDC menyertakan tablet biasa dan perangkat tablet 2 in 1 seperti Surface Pro, untuk menganalisis pasar tablet ini.

Apple tetap menjadi pemimpin pasar dengan seperempat dari total pengiriman yang dihitung IDC. Namun penguasaannya atas pasar sedikit menyusut, ditunjukkan dengan belum membaiknya penjualan iPad Pro.

Satu-satunya produsen tablet besar yang tumbuh pada kuartal ini adalah Huawei yang mencapai 2,7 juta pengiriman dari jumlah 2 juta pada saat yang sama di tahun lalu.


Bulan-bulan yang akan datang menjadi hal yang menarik untuk disimak. Jajaran tablet Apple mendapat jauh lebih agresif pada akhir Maret dengan merilis iPad dengan harga rendah. Tapi pengiriman itu dinilai terlambat untuk mengharapkan dampak pada kuartal ini.

Sementara itu, Microsoft Surface tampaknya tak akan berdampak besar. Microsoft tak masuk dalam daftar 5 besar vendor tablet teratas IDC yang kemungkinan diakibatkan fokus perangkat di kelas atas dan harganya kurang terjangkau.

Analis IDC, Ryan Reith, memandang beberapa alasan mengapa orang tidak membeli teblet belakangan ini.

“Kami terus percaya bahwa pendorong utama hal ini adalah ketergantungan yang meningkat pada smartphone, seiring dengan perkembangan teknologi dan faktor bentuk yang agak minim,” kata Reith.

Untuk saat ini IDC mengatakan bahwa pasar tablet yang akan mengalami pertumbuhan adalah tablet 2 in 1 seperti iPad Pro dengan keyboard yang bisa dilepas. Pengiriman perangkat ini terus berkembang dan menurut IDC tablet 2 in 1 akan terus mengalahkan laptop convertible dalam jangka panjang. Demikian seperti dilansir The Verge, Jumat (5/5/2017).

(kem)

Baca Juga

Wah! CEO Xiaomi Bertandang ke Indonesia, Mau Apa?

Wah! CEO Xiaomi Bertandang ke Indonesia, Mau Apa?