Share

Tangani Masalah Air, UEA Bakal Boyong Gunung Es Antartika

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 08 Mei 2017 06:47 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 06 56 1685029 tangani-masalah-air-uea-bakal-boyong-gunung-es-antartika-UVIRk1aSEj.jpg (Foto: NASA)

ABU DHABI – Uni Emirat Arab (UEA) berencana menarik sebuah gunung es dari Antartika untuk memecahkan masalah air minum di negaranya. UEA termasuk di antara 10 negara yang kekurangan air di seluruh dunia, namun memiliki tingkat konsumsi air per kapita tertinggi di seluruh dunia.

Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, National Advisor Bureau Limited (NABL) –sebuah perusahaan yang berpusat di Abu Dhabi– berencana menarik sebuah gunung es dari Antartika ke Fujairah, Emirat bagian timur, dan mengolahnya menjadi air minum.

Managing Director NABL, Abdullah Mohammad Sulaiman Al Shehi, mengatakan bahwa gunung es rata-rata mengandung lebih dari 20 miliar galon air atau sekira 75 miliar liter, yang cukup untuk 1 juta orang selama lima tahun,” katanya dikutip dari media massa berbasis UEA.

Namun, mengingat iklim di dalam dan sekitar UEA, berapa banyak air yang akan menguap menjadi pertanyaan yang kuat.

Dilansir IB Times, Senin (8/5/2017), kini gunung es tak mudah meleleh. Sekira empat per lima massanya biasanya di bawah air, di mana tak ada penguapan yang bisa terjadi.

Di sisi lain, massa es yang keluar dari air berwarna putih dan memantulkan cahaya dengan panas. Karena panas yang diserap lebih sedikit, ada sedikit kemungkinan kehilangan banyak gunung es yang menguap.  

Tampaknya, proyek UEA merupakan sebuah jalan keluar karena perusahaan telah melakukan simulasi yang menunjukkan bahwa mereka berada dalam rute menuju kesuksesan berkat studi kelayakannya.

“Simulator kami memprediksi bahwa akan memakan waktu hingga satu tahun untuk menarik gunung es dari Antartika ke Fujairah. Kami telah merumuskan rencana teknis dan rencana finansial. Ini adalah metode terbaik. Kami akan memulai proyek ini pada awal tahun 2018. Yang kami inginkan terutama untuk air. Itu juga bisa untuk pariwisata dan iklim,” katanya.

Al Shehi juga mengatakan bahwa kapal yang mengangkut gunung es ke UEA itu akan mengikuti jalur yang telah ditentukan. Begitu berada di pantai UEA, sistem pengolahan air NABL akan mengambil alihnya.

“Memotong blok gunung es, kemudian menghancurkan kutub es murni menjadi air minum yang akan disimpan dalam tangki besar dan disaring melalui pabrik pengolahan air,” jelasnya.

Gunung es juga diklaim mampu menyebabkan lebih banyak hujan di UEA.

“Udara dingin yang keluar dari gunung es yang dekat dengan tepi Laut Arab akan menyebabkan badai hujan melintasi Teluk Arab dan wilayah selatan Semenanjung Arab sepanjang tahun. Saat udara semakin kencang, mendingin, dan mengembun, karena penurunan tekanan udara. Uap air dikumpulkan di awan, mereka menjadi berat dan turun hujan,” terang Al Shehi.

(kem.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini