Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WannaCry, Ini Sejarah Pertama Kali Ransomware di Dunia

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 15 Mei 2017 13:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 15 207 1691237 wannacry-ini-sejarah-pertama-kali-ransomware-di-dunia-2eIMDnrcBt.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ransomware menjadi buah bibir beberapa waktu belakangan ini. Sebenarnya program jahat ini telah lama muncul, namun baru kali ini tampaknya mengejutkan dunia. Laporan menyebutkan, sejumlah negara terkena dampak dari serangan masif ransomware tersebut.

Website Informationsecuritybuzz mengungkapkan, dokumen pertama dan contoh dari ransomware ialah 1989 AIDS Trojan, yang dikenal dengan PS Cyborg. Joseph L. Popp mengirimkan 20 ribu disket yang terinfeksi dengan label AIDS Information - Introductory Diskettes.

Joseph mengirimkan sejumlah disket itu kepada hadirin konferensi AIDS internasional oleh World Health Organization. Setelah sekian kali proses reboot PC, rupanya, disket dengan program jahat atau Trojan itu menyembunyikan dan mengenkripsi nama file pada komputer.

Untuk mendapatkan akses file itu, pengguna harus membayar USD189 ke PC Cyborg Corp. Dr. Popp akhirnya tertangkap namun ia dinyatakan tidak layak secara mental untuk diadili dan dikembalikan ke Amerika Serikat.

Menuju ke zaman internet yang kian berkembang, membuat seseorang atau kelompok membawa ide ransom Popp dan melancarkan aksi kriminal siber. Pelaku menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan uang tebusan dalam skala yang jauh lebih luas.

Pada 2006, organisasi kriminal mulai menggunakan enkripsi RSA asimetris secara lebih efektif. Archiveus Trojan mengenkripsi apapun di direktori My Documents dan memerlukan korban untuk membeli item dari sebuah farmasi online untuk mendapatkan password 30 digit.

Selain itu, GPcode, sebuah Trojan enkripsi yang awalnya menyebar melalui lampiran email yang mengaku sebagai aplikasi pekerjaan, menggunakan kunci publik RSA 660-bit. Dua tahun kemudian, varian (GPcode.AK) menggunakan kunci RSA 1024-bit.

Mulai 2011, ransomware semakin menjalar. Sekira 60 ribu ransomware baru terdeteksi di Q3 2011 dan semakin meningkat di Q3 2012, yakni lebih dari 200 ribu. Ransomware juga diketahui melonjak dari Q3 2014 ke Q1 2015.

Terkini, ransomware WannaCry ramai dibicarakan baru-baru ini karena menginfeksi PC di sejumlah negara di dunia. Serangan yang terjadi secara global itu memanfaatkan tools milik National Security Agency (NSA) yang bocor. Kemudian, tools tersebut dimanfaatkan hacker untuk menyebarkan ransomware tersebut.

Serangan yang dilakukan oleh kelompok hacker bernama Shadow Broker itu sampai ke Indonesia dan menyerang sistem milik dua RS terkemuka di Indonesia. Dengan ditemukannya serangan di instansi publik, diharapkan RS yang menjadi korban untuk meningkatkan kemampuan sistem keamanan informasi.

Malware atau program jahat ransomware bisa menginfeksi komputer korban dan menyandera file penting di dalam komputer korbannya. Untuk bisa mengakses kembali file tersebut, sang korban perlu memberikan uang tebusan sesuai dengan jumlah yang ditentukan penyerang dan harus dibayar dalam waktu yang sudah ditentukan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini