Pemerintah Godok Regulasi Tarif Data Operator Telekomunikasi

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Selasa 16 Mei 2017, 20:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 16 54 1692613 pemerintah-godok-regulasi-tarif-data-operator-telekomunikasi-cpJeD9DNmO.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Komunikasi data diperkirakan bakal menjadi tulang punggung dalam perekonomian digital di masa mendatang. Hal itu berkaca dari pesatnya pengguna smartphone di Indonesia yang menjadi salah satu ekosistem pendukungnya.

Berdasarkan data periset digital marketing Emarketer Indonesia diperkirakan pengguna smartphone akan mencapai 100 juta pada 2018. Indonesia akan menjadi negara keempat di dunia setelah China, India dan Amerika.

Atas hal tersebut pemerintah sedang menggodok regulasi yang mengatur mengenai besaran tarif data yang akan diberlakukan oleh operator. Aturan tersebut akan tertuang dalam Revisi/Pengganti PM No.9 tahun 2008.

Adapun materi pokok yang akan diatur dalam penetapan tarif layanan data itu ialah meliputi:

1. Komponen biaya elemen jaringan (network element cost) yang merupakan biaya jasa penggunaan akses internet.

2. Biaya penggunaan layanan akses internet berupa biaya yang dibebankan oleh penyelenggara kepada pengguna untuk setiap penggunaan layanan akses internet.

3. Biaya penggunaan akses internet sudah termasuk biaya elemen jaringan sewa bandwidth internasional.

4. Komponen biaya aktivitas layanan retail merupakan biaya aktivasi dan/atau biaya berlangganan.

5. Komponen profit margin yang merupakan tingkat keuntungan yang ditetapkan oleh penyelenggara.

Diungkap pula oleh anggota komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) di bidang regulasi dan hukum, I Ketut Prihadi Kresna bahwa dari sisi ekosistem peraturan layanan tarif data harus menguntungkan semua pihak baik masyarakat maupun operator.

"Penyelenggara jasa seluler harus mendapatkan keuntungan dari bisnis mobile data agar layanan tetap berlangsung, di sisi lain mereka juga harus melakukan efisiensi agar harga jual bisa dijangkau masyarakat," ungkapnya dalam seminar Indonesia Technology Forum, Selasa (16/5/2017).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini