Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minat Konsumen terhadap Perangkat VR Masih Rendah

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 18 Mei 2017 11:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 18 207 1693831 minat-konsumen-terhadap-perangkat-vr-masih-rendah-6CxroupHKi.jpg (Foto: Business Insider)

JAKARTA - Google tengah melangsungkan acara akbar bertajuk Google I/O Developer Conference yang digelar mulai Rabu 17 Mei 2017 waktu setempat di California, Amerika Serikat. Di gelaran tersebut, perusahaan teknologi ini turut mengumumkan handset virtual reality.

Sebenarnya, Google bukanlah satu-satunya perusahaan yang memiliki bisnis di bidang virtual reality (VR). Perusahaan seperti Samsung dan Facebook juga telah menyelami produksi handset tersebut dengan Gear VR dan Oculus Rift.

Di saat Google mencoba peruntungannya, mereka harus dihadapkan dengan kenyataan pasar yang lesu. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen, hanya sedikit masyarakat di Amerika Serikat yang mengatakan ingin membeli perangkat VR.

Meski saat ini pasar perangkat VR masih didominasi oleh perusahaan terkemuka seperti Samsung (Gear VR) dan Sony (PlayStation VR), namun jumlah penguasaan pasar yang mereka raih hanya sebesar 7%. Sementara headset VR Daydream milik Google hanya digunakan 4% dari jumlah populasi.

Berdasarkan survei yang dilakukan Thrive Analytics, lesunya penjualan perangkat VR dikarenakan kurangnya minat masyarakat terhadap perangkat itu masih rendah. Artinya, mereka masih belum tertarik untuk memilikinya.

Berdasarkan data Statista yang diunggah Bussiness Insider, Kamis (18/5/2017), peringkat penjualan perangkat VR di kuartal I 2017 ini ialah Samsung Gear VR (7%), Sony PlayStation VR (7%), Oculus Rift (5%), Google Cardborad (4%), dan HTC Vive (4%). Data ini diambil berdasarkan hasil survei lebih dari 2.000 masyarakat Amerika Serikat di atas 13 tahun.

Sementara soal survei minat, sebagian besar dari 926 orang Amerika (53%) mengaku bahwa mereka tak membelinya karena merasa tak tertarik. Hanya 43% masyarakat yang mengatakan bahwa harga perangkat VR terlalu tinggi.

Sisanya, yakni 14% mengatakan mengalami sakit (pusing) setelah menggunakannya, 12% karena jumlah konten yang sedikit, hanya 3% yang mengatakan soal kualitas koten di dalam perangkat VR.

(kem)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini