Roket yang Diciptakan dengan Printer 3D Bakal Meluncur

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Minggu 21 Mei 2017 20:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 21 56 1696442 roket-yang-diciptakan-dengan-printer-3d-bakal-meluncur-MvIZzodegW.jpg Foto : Reuters

WELLINGTON – Perusahaan Rocket Lab yang berbasis di California akan segera meluncurkan roket komersial. Akan tetapi, produsen roket ini tak memiliki program berbasis ruang angkasa.

Menurut laporan Associated Press, Minggu (21/5/2017), pekan lalu perusahaan tersebut mendapat persetujuan untuk melakukan tiga uji coba peluncuran dari semenanjung terpencil di negara Pasifik Selatan. Rocket Lab akan merencanakan uji peluncuran pertama roket elektronnya pada Senin atau 22 Mei 2017, tergantung pada kondisi.

"Sejauh ini, hanya kekuatan super yang telah masuk ke luar angkasa. Bagi kami untuk melakukannya, dan berada di beberapa negara pertama di dunia, sangat mengesankan,” ujar Simon Bridges, New Zealand's Economic Development Minister.

Rencana Rocket Lab ini melihat pasar perangkat kecil yang sedang berkembang. Satelit akan digunakan untuk segala hal, mulai dari pemantauan hingga penyediaan layanan internet.

Jika rencana ini berhasil, maka akan mengubah pandangan masyarakat bahwa Selandia Baru tak sekedar negara yang penuh dengan perternakan, namun juga memiliki teknologi yang tidak tertandingi.

Peluncuran roket tersebut kabarnya akan dimulai akhir tahun ini dan kabarnya mereka akan meluncurkan satu roket setiap Minggunya. Roket yang diluncurkan jauh lebih kecil dan sekali pakai dengan mesin cetak 3D ketimbang yang dimiliki SpaceX besutan Elon Musk.

(kem)

Berita Terkait

Roket

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini