Heboh Layanan Live Streaming, Ini Strategi 17 Live Menangkan Pasar

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 14 Juni 2017 19:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 14 207 1716300 heboh-layanan-live-streaming-ini-strategi-17-live-menangkan-pasar-F8XrUTyK2G.jpg (Foto: Lely/ Okezone)

JAKARTA - Keberadaan platform jejaring sosial yang menawarkan fitur layanan live streaming rupanya tak membuat aplikasi 17 Live gentar. Aplikasi yang resmi hadir di Indonesia sejak November 2016 menyatakan bahwa dirinya optimis bersaing dengan layanan live streaming lainnya.

Layanan live streaming telah banyak diusung oleh platform jejaring sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter, sebagai salah satu fiturnya. Meski begitu, 17 Live tetap optimis layanannya akan diminati karena mengusung konsep berbeda.

"Kita ngincernya bukan hal yang sama, mereka lingkungannya temen ke temen, kalau kita membuka kesempatan untuk mengenal orang baru," kata Andryan Gouw, Country Manager 17 Media Indonesia kepada Okezone, Rabu (14/6/2017).

Tak hanya itu, 17 Live juga membuka kesempatan bagi orang yang memiliki bakat dan ingin menuangkannya disela-sela waktu mereka. Menurutnya, perbedaan itu mampu menarik minat masyarakat untuk menggunakan layanan streaming 17 Live.

Melenggangnya 17 Live di Indonesia tak dicapai dengan mudah. Diakui Andryan, layanan streaming menghadapi persaingan di Indonesia dengan cukup berat karena banyaknya pendatang baru yang juga mengusung layanan serupa.

Bergelut dengan persaingan itu, 17 Live memilih untuk mempertahankan kualitas layanan dan kontennya. Seperti diketahui, layanan streaming kerap diwarnai dengan konten negatif. Namun 17 Live berupaya untuk memininalisir konten tersebut demi mempertahankan kualitas layanannya.

"Sejauh ini tidak ada laporan untuk konten negatif. Memang konten negatif tetap ada, tapi langsung kami tindak. Tim monitoring kami selalu bekerja memastikan semua konten positif," terangnya. 

Dijelaskan Andryan, pembatasan untuk konten negatif memang sedikit mempengaruhi minat orang untuk menggunakan layanannya. Namun hal tersebut tak membuat bisnis 17 Live stagnan.

"Sedikit iya. Tapi di Indonesia targetnya kita revenue, sementara konten negatif hanya meningkatkan basis pengguna saja bukan ke revenue," ujarnya.

Sejauh ini, perkembangan 17 Live di Indonesia terbilang signifikan. Diklaim Andryan, aplikasinya bahkan bertengger di posisi kedua untuk layanan serupa baik di Play Store maupun App Store. Melihat perkembangan diberbagai negara di Asia Tenggara, 17 Live berencana merilis aplikasinya di negara lain.

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini