Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Chip Intel, Smartphone Asal Brasil Meledak

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 15 Juni 2017 09:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 15 207 1716581 gara-gara-chip-intel-smartphone-asal-brasil-meledak-Ht9eoiwXZL.jpg (Foto: Overbr)

CALIFORNIA – Intel tengah digugat oleh Qbex, perancang ponsel asal Brasil. Perusahaan itu mengklaim bahwa prosesor Intel Atom pada smartphone menyebabkan handset meledak.

Secara khusus, Qbex mengatakan bahwa sistem Atom SoFIA pada chip yang digunakan smartphone Android rusak dan cenderung panas sehingga dalam beberapa kasus menyebabkan perangkat meledak.

Mereka merugi dan tengah mengupayakan penggantian kerugiannya yang mencapai USD100 juta. Namun Intel mengatakan bahwa perusahaan smartphone itu tak memiliki bukti untuk mendukung klaim tersebut.

“Intel benar-benar menyadari kekurangan ini pada saat penjualannya ke Qbex dan akhirnya menghentikan mikroprosesor SoFIA,” tulis gugatan orang Brasil tersebut yang diajukan ke pengadilan distrik California pekan ini.

“Tapi tanpa kepedulian terhadap keamanan publik di Brasil, Intel terus membuang produk yang cacat ke pasar,” imbuh pernyataan itu.

Chip SoFIA merupakan bagian dari dukungan mobile Intel Atom. Mereka dibatalkan bersamaan dengan jajaran CPU Atom Broxton pada Juni 2016.

Menurut Qbex, pihaknya terus menerima chip SoFIA hingga kuartal kedua tahun ini tapa dukungan teknis. Pada saat itu, Qbex mengatakan pihaknya telah menerima lebih dari 35 ribu keluhan pelanggan tentang smartphone-nya yang meledak. Mereka juga telah melakukan penyelidikan sendiri.

“Melalui penelitian independen, Qbex menetapkan bahwa cacat desain pada mikroprosesor Intel SoFIA adalah penyebab overheating (panas berlebihan) dan berhenti menjual smartphone Intel tersebut,” kata tuntutan itu.

“Pada saat itu, kegagalan smartphone telah menghancurkan reputasi Qbex dan mengakibatkan penjualan Qbex pun menurun drastis.”

Kini Qbex mengklaim tengah menghadapi 4.000 tuntutan hukum di Brasil dan menganggap Intel seharusnya menjadi penanggung jawab kerusakan tersebut. Qbex menuduh Intel lalai, melanggar aturan garansi, melanggar itikad baik, pelanggaran kontrak, pengayaan yang tak adil, serta persekongkolan.

“Kami sedang meninjau tuduhan dalam pengaduan tersebut dan kami akan menyelidikinya secara menyeluruh. Namun kami tak memiliki bukti bahwa masalah overheating yang dituduhkan Qbex disebabkan oleh produk kami,” kata juru bicara Intel kepada Register.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini