Spesies Menyeramkan Ditemukan di Zona Abyssopelagic

Dini Listiyani, Jurnalis · Selasa 20 Juni 2017, 03:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 19 56 1720073 spesies-menyeramkan-ditemukan-di-zona-abyssopelagic-rir3ksOR4f.jpg (Foto: Cnet)

BRISBANE - Apa yang tersembunyi di kedalaman laut abyssal? Hal itu rupanya yang menjadi pertanyaan awak kapal penelitian RV Investigator untuk dijawab dalam ekspedisi menjelajahi jurang timur Australia untuk pertama kalinya.

Perahu Marine National Facility dipimpin oleh Museums Victoria bersama dengan CSIRO dan badan penelitian lainnya berlabuh di Brisbane, Queensland.

"Abyss adalah habitat terbesar dan terdalam planet ini, mencakup setengah samudera dan sepertiganya wilayah Australian, namun tetap merupakan lingkungan paling banyak dijelajahi di Bumi," kata kurator senior Museum Victoria Tim O'Hara dalam perjalanan pelayaran tersebut yang dikutip dari Cnet, Selasa (20/6/2017).

Pada ketinggian 4.000 meter di laut, zona abyssopelagic sulit dijelajahi. Begitu dalam sehingga tak ada cahaya yang bisa menembusnya dan akibatnya sangat dingin. Apalagi tekanan pada kedalaman itu menghancurkan. Sejauh ini, hanya sejumlah kecil sampel yang dikumpulkan dari jurang Australia, namun ada banyak hal yang bisa dipelajari dari mereka.

"Data yang dikumpulkan dalam perjalanan ini akan sangat penting untuk memahami habitat laut dalam Australia, keanekaragaman hayati dan proses ekologi mereka yang mendukungnya. Ini akan membantu konservasi dan pengelolaannya dan membantu melindunginya dari dampak perubahan iklim, polusi, dan aktivitas manusia lainnya," lanjutnya.

Dengan menggunakan sonar multibeam, tim memetakan dasar jurang yang memungkinkan mereka mengirim peralatan pengumpul seperti kereta luncur tanpa menghancurkannya menjadi bebatuan. Mereka juga membawa kembali harta karun lebih dari 1.000 spesies menyeramkan dalam laut yang berbeda, lebih dari sepertiga di antaranya benar-benar baru untuk sains.

Makhluk abyssal yang diadaptasi untuk bertahan dalam kegelapan dan membeku, mereka sangat aneh, berlendir, dan bercahaya. Selain itu, tim juga menemukan sejumlah polusi yang mengkhawatirkan.

"Kami telah menemukan tingkat sampah yang sangat tinggi di dasar laut. Kami 100 kilometer dari pantai Australia, dan telah menemukan pipa PVC, kaleng cat, botol, kaleng bir, potongan kayu, dan sampah lainnya dari hari-hari ketika kapal uap menghujani perairan kami. Dasar laut memiliki 200 tahun sampah di atasnya. Informasi seperti ini adalah langkah pertama dalam memengaruhi sikap sosial terhadap pembuangan sampah," kata O'Hara.

Kini kru telah mendarat dengan koleksi spesimennya, kru sains bekerja keras dalam memproses dan memotret serta melestarikannya untuk museum di seluruh dunia. Hal ini kemudian bisa digunakan untuk tujuan penelitian selama bertahun-tahun yang akan datang.

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini