Alquran dan Sains Jelaskan Manusia Bukan Keturunan Kera

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 07 Juli 2017, 06:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 06 56 1730196 alquran-dan-sains-jelaskan-manusia-bukan-keturunan-kera-QTl8BSnalq.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Teori evolusi mengungkapkan bahwa semua makhluk hidup berasal dari spesies hewan kecil yang tumbuh dari air. Mengenai hakikat penciptaan makhluk hidup dan teori evolusi sangat bertentangan dan tak dapat dipertemukan.

Sebab, hakikat penciptaan makhluk mengabaikan pandangan tentang evolusi. Setiap makhluk tercipta secara hakiki dan pasti, sementara evolusi tak layak disebut teori karena tidak memiliki dasar eksperimen ilmiah.

Buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah menyebutkan, sepanjang sejarah manusia tidak pernah ada teori tanpa sandaran yang jelas. Mestinya hal itu berlaku pula pada teori Darwin.

Sebagian ahli mengatakan, sesungguhnya teori Darwin bertentangan dengan penjelasan mekanisme bagaimana makhluk hidup diciptakan dan diatur keberadaannya. Hal inilah yang dijelaskan dalam Islam melalui firman Allah.

"Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) Bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu," Surah Al 'Ankabut Ayat 20.

Sementara dalam ayat lain, Allah berfirman di Surah Al Maidah. "Katakanlah: ‘Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?’ Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus," Surah Al Maidah Ayat 60.

Banyak orang meyakini bahwa makna ayat itu mengisyaratkan kera menjadi asal mula makhluk keturunan berikutnya, yaitu manusia. Pemahaman ini keliru. Riset-riset ilmiah modern menegaskan bahwa teori evolusi adalah teori yang salah dan tak memiliki dasar yang sah.

Dua orang pakar dari Pusat Riset Ilmiah Prancis, Petit dan Prevost, mengatakan bahwa manusia telah berpegang pada gagasan evolusi, tetapi pemikiran itu belakangan segera terbantahkan.

Pakar lain, Boule menyatakan tidak ada satu material pun yang bisa mendorong manusia berpikir tentang perubahan bentuk kera menjadi manusia. Sedangkan menurut Dr. Husain Hamdan, riset-riset terkini di bidang biologi molekuler telah sampai pada penegasan bahwa Siti Hawa adalah nenek moyang manusia modern, yakni manusia berjenis kelamin perempuan pertama yang ada di Bumi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini