Lelang Frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz Tertunda, Menkominfo: Ada Kasus Hukum yang Harus Diselesaikan

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 11 Juli 2017, 16:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 11 54 1733709 lelang-frekuensi-2-1-ghz-dan-2-3-ghz-tertunda-menkominfo-ada-kasus-hukum-yang-harus-diselesaikan-AqNQo98GPK.jpeg (Foto: Lely Maulida/Okezone)

JAKARTA – Proses lelang frekuensi 2.100 dan 2.300 Ghz yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika masih tertunda hingga saat ini. Sejatinya, Peraturan Menteri (Permen) untuk lelang tersebut final pada April 2017 setelah melakukan uji publik, namun diundur hingga Mei.

Mei berselang, Permen yang ditunggu-tunggu oleh operator telekomunikasi Tanah Air tak kunjung dirilis. Kominfo kembali menunda Permen lelang frekuensi dan dijanjikan final pada 30 Juni 2017. Sayangnya, Permen tersebut tak juga dipublikasikan.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara (RA), mengungkapkan bahwa rancangan Permen masih belum bisa diresmikan. Ia menyatakan, aturan tersebut terkendala oleh kasus hukum yang terkait dengan frekuensi yang dimiliki pemerintah.

“Belum, belum,” kata RA singkat saat ditanya kabar Permen lelang frekuensi kepada Okezone, Selasa (11/7/2017).

Menteri yang kerap disapa Chief RA itu menyatakan, permen lelang frekuensi terkendala oleh beberapa kasus hukum. Seperti diketahui, beberapa perusahaan penyedia layanan internet seperti PT Internux, induk operator Bolt, dan PT Corbec Communication mengajukan gugatan hukum kepada Kominfo.

Internux mengajukan permintaan spektrum 30 MHz pada pita 2,3 GHz tanpa proses lelang untuk Bolt. Sementara itu, Corbec meminta spektrum di frekuensi 2,3 GHz karena merasa memiliki hak atas frekuensi tersebut didasarkan pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara pada 2013.

RA menilai beberapa kasus hukum itu harus diselesaikan agar tidak menghambat Permen serta berlangsungnya lelang frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz. “Karena kan ada beberapa kasus hukum yang harus kita addres juga di sana dan harus diselesaikan,” ujarnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini