Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meninggal saat Hamil, Perempuan Cantik Ini Dapat Keajaiban yang Mengejutkan

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Kamis 13 Juli 2017 20:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 13 207 1735783 meninggal-saat-hamil-perempuan-cantik-ini-dapat-keajaiban-yang-mengejutkan-aqbVoncs9o.jpg Foto : Daily Mail

JAKARTA – Seorang ibu yang mati otak berhasil melahirkan bayi kembar setelah dokter berhasil membuatnya tetap hidup untuk mendukung kehidupan selama 123 hari. Hal ini membuat periode terpanjang dalam sejarah medis.

Frankielen da Silvia Zampoli Padilha (21), meninggal saat sedang hamil pada Oktober tahun lalu setelah menderita stroke. Dokter di Rumah Sakit Nosso Senhora da Rocio di Campo Largo membuat keputusan yang mendasar untuk mencoba dan menyelamatkan janin yang berusia sembilan minggu setelah menemukan jantung janin tersebut terus berdetak di dalam rahim ibunya.

Pada Februari tahun ini, anak laki-laki dan perempuan itu lahir pada usia tujuh bulan dan dipulangkan dari rumah sakit pada hari akhir perawatan. Ayah dari janin tersebut telah menggambarkan kelahiran anak-anaknya, Asaph dan Anna Vitoria, sebagai sebuah keajaiban.

Perjuangan penyelamatan janin tersebut membuat dokter asal Brasil menangis karena mereka memberikan tingkat perawatan yang belum pernah terjadi sebelumnya termasuk menghias ruang di sekelilingnya.

Dokter melakukan pemasokan obat secara terus menerus untuk mencegah agar tubuh ibu tidak mati. Setelah ventilator dimatikan pada Februari, jantung dan ginjalnya disumbangkan untuk menyelamatkan nyawa dua orang janinnya.

Muriel mengatakan, “Saya dalam perjalanan untuk bekerja Oktober lalu ketika Frankielen memanggil saya untuk segera kembali ke rumah. Dia bilang kepalanya sakit. Aku menyuruhnya mengambil obat. Tapi dia mengatakan ada rasa sakit yang tajam di bagian belakang lehernya dan sangat kuat sehingga dia merasa akan runtuh.”

Sang suami, Muriel yang bekerja sebagai petani, bergegas ke rumahnya di Contenda untuk menemui istrinya dan didapati sudah gemetar, menangis, pusing, dan muntah.

“Saat saya mengantarnya ke rumah sakit, dia berkata, ‘Saya ingin Anda siap menerima ini karena saya akan tinggal di sana, dan saya tidak akan tinggal di rumah,’” jelas Muriel.

Frankielen didiagnosis dengan pendarahan otak. Ada beberapa pendarahan internal dalam otaknya, setelah tiga hari melakukan scan dan pengujian, Frankielen dinyatakan mati otak.

Dokter berkata kepada Muriel bahwa anak-anaknya mungkin tidak bisa selamat, “Mereka bisa mempertahankan bayi dalam kandungan Frankielen selama 3 hari berkat peralatan, obat-obatan dan antibiotik. Mereka berkata saat jantung si bayi berhenti berdetak, mereka akan melepaskan alat bantuan dan aku bisa menguburkan istriku."

Ketika akan melakukan cek USG, para dokter mengira akan ada kegagalan dalam janin, namun kenyataannya mengejutkan mereka. Organ tubuh Frankielen masih bekerja seolah ia masih di sana. Akhirnya, keputusan pun diambil untuk berusaha menyelamatkan si kembar dalam kandungan Frankielen.

Kedua bayi Frankielen akhirnya selamat meski harus dalam inkubator selama 3 bulan di rumah sakit. Demikian dinukil dari Metro.co.uk, Kamis (13/7/2017).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini